Connect with us

Kesehatan

Waspada Ancaman Obesitas Menghantui di Tengah Pandemi

Published

on

Share

Reportersatu, Selama satu tahun terakhir, pandemi Covid-19 telah mengambil alih perhatian.
Padahal di balik itu, terdapat sejumlah masalah kesehatan yang tak boleh diabaikan, salah satunya yakni obesitas.


Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan dr Erna Mulati mengatakan ada kecenderungan peningkatan status gizi pada anak dan orang dewasa karena kurangnya aktivitas fisik semenjak pandemi Covid-19.


Erna mengatakan, hal itu wajar mengingat kegiatan di luar rumah harus dikurangi saat pandemi Covid-19, tapi itu juga mengurangi aktivitas fisik yang bisa mengakibatkan obesitas.


“Intinya ada peningkatan status gizi karena kurangnya aktivitas dan lebih banyak di rumah. Banyak orang yang melakukan sekolah atau kerja dari rumah dengan Zoom meeting sambil makan, sementara aktivitas fisiknya berkurang,” kata Erna.

loading...


“Sementara kita ketahui bahwa makan berlebih dan tidak olahraga bisa meningkatkan faktor resiko obesitas,” sambung dia.


Pendapat serupa juga disampaikan oleh dokter spesialis anak I Gusti Lanang Sidiartha.


Ia menyampaikan, masyarakat saat ini tak hanya harus mewaspadai infeksi Covid-19, tapi juga penyakit obesitas yang dipengaruhi oleh perubahan pola aktivitas.


Lanang mengatakan, bahkan saat sebelum pandemi Covid-19 melanda, kasus obesitas sudah menjadi perhatian karena angkanya tinggi.


Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan studi yang dilakukan Kemenkes pada 2018 ada 1 dari 3 orang Indonesia yang menderita obesitas.

Angka obesitas di Indonesia dikhawatirkan akan semakin tinggi dipengaruhi minimnya aktivitas masyarakat.


Sementara saat ini, masyarakat masih dituntut untuk tetap di rumah dan melakukan pekerjaan secara daring.


“Sekarang lebih diwaspadai lagi karena aktivitas berkurang, dan konsumsi makanan berlebihan, takutnya akan ada booming obesitas setelah masa Covid-19 berakhir,” tuturnya.


Namun tak perlu panik, obesitas bisa dicegah bahkan dari rumah. Lanang mengatakan, risiko obesitas bisa dicegah tanpa harus meningkatkan risiko terkena Covid-19.

Pertama, dengan mengatur jadwal makan sehingga asupan nutrisi terpenuhi berkala. Jadwal makan teratur dapat membantu kerja metabolisme tubuh lebih baik, sehingga berat badan bisa dikendalikan.


Mengganti camilan dengan buah-buahan juga sangat dianjurkan Terutama jika Anda termasuk orang yang suka ngemil saat meeting atau sekolah online.


“Makan secara teratur bisa membuat metabolisme lebih baik, ada sarapan, makan siang, dan makan malam, kemudian di sela-sela itu minum banyak air putih dan buah, ganti cemilan di kulkas dengan buah-buahan,” kata Lanang.


Lalu yang kedua, perbanyak aktivitas meskipun sedang di dalam rumah. Aktivitas fisik ringan seperti membersihkan rumah, halaman, cukup membantu membakar lemak dalam tubuh sehingga tidak menumpuk dan mengakibatkan obesitas.


Ia juga tidak mengharuskan olahraga berat. Menurutnya yang terpenting adalah tetap beraktivitas fisik secara teratur. Anak-anak pun perlu diperhatikan agar tetap beraktivitas fisik.

“Bantu menyapu, bantu masak, bantu rapikan tempat tidur, itu bisa dilakukan bahkan oleh anak-anak setiap harinya,” ujarnya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *