Connect with us

Internasional

Wapres Amerika Tolak Makzulkan Trump Dengan Amandemen ke-25

Published

on

J4nfb4go Mike Pence 625x300 08 October 20
Share

Reportersatu, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menentang penerapan Amandemen ke-25 untuk mencopot Presiden Donald Trump dari jabatannya setelah pendukungnya mengepung gedung Capitol minggu lalu.

“Saya tidak percaya bahwa tindakan seperti itu adalah untuk kepentingan terbaik Bangsa kita atau sesuai dengan Konstitusi kita,” kata Pence dalam sebuah surat yang dikeluarkan oleh kantornya saat DPR bersiap untuk memberikan suara pada resolusi tidak mengikat yang menyerukannya untuk memanfaatkan Amandemen ke-25 Konstitusi AS.

Pence mengatakan kepada Pelosi bahwa energi pemerintah difokuskan pada memastikan transisi yang tertib. Ia pun mengimbau Pelosi dan anggota Kongres lainnya untuk menghindari tindakan yang akan semakin memecah belah dan mengobarkan kemarahan.

“Bekerja sama dengan kami untuk menurunkan suhu dan mempersatukan negara kita saat kita bersiap untuk melantik Presiden terpilih Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat berikutnya,” kata Pence seperti dilansir dari Reuters, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga : Buntut Kerusuhan Capitol, Uni Eropa Tolak Kunjungan Menlu AS

Pence dan Trump melakukan percakapan pertama mereka di Gedung Putih pada Senin malam setelah berhari-hari terjebak dalam diam setelah kerusuhan dan teguran publik Trump terhadap Pence karena tidak berusaha memblokir sertifikasi Kongres atas kemenangan Electoral College Biden.

Trump, yang tidak berhasil membatalkan kekalahannya dalam pemilu 3 November, telah menekan Pence untuk campur tangan dalam proses sertifikasi, dan beberapa pendukung Trump dalam serangan itu membahas pembunuhan Pence karena dianggap pengkhianat.

Pence mereferensikan ketegangan dalam suratnya kepada Pelosi.

“Minggu lalu, saya tidak menyerah pada tekanan untuk mengerahkan kekuasaan di luar kewenangan konstitusional saya untuk menentukan hasil pemilu, dan sekarang saya tidak akan menyerah pada upaya DPR untuk memainkan permainan politik di saat yang begitu serius dalam kehidupan bangsa kita,” tulisnya.

“Menyerukan Amandemen ke-25 sebagai sarana hukuman atau perampasan akan menjadi preseden yang buruk,” tegas Pence.

Untuk diketahui pencopotan presiden berdasarkan Amandemen ke-25 membutuhkan deklarasi oleh wakil presiden dan mayoritas kabinet presiden.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *