Connect with us

Nusantara

Walikota Makassar Ancam Tutup Mall Yang Langgar Prokes

Published

on

Share

Reportersatu, Terkait sedang maraknya kerumunan yang terjadi di pusat-pusat pembelanjaan dan mengabaikan protokol kesehatan menjelang Hari Raya Idulfitri, Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Moh Ramdhan Pomanto melakukan inpeksi mendadak ke Mal Panakkukang, Minggu (2/5/21) malam.

Saat melakukan inpeksi, pria yang kerap di sapa Danny ini berang karena menemukan banyaknya pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi. Alhasil Danny pun mengeluarkan ancaman menutup pusat perbelanjaan tersebut bila prokes tetap diabaikan.

“Besok saya undang seluruh pengelola tenan dan pengelola mal untuk membahas ini di Balaikota dan menjatuhkan langsung sanksi teguran keras yang pertama,” kata Danny.

loading...

Baca Juga : 22 PMI Pekerja Migran Jatim Jalani Isolasi karena Positif Covid-19

Padahal kata Danny, pihaknya telah mengedarkan surat mengenai Pembatasan Pergerakan Kegiatan Mikro (PPKM) untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Makassar yang membatasi kegiatan ekonomi hanya sampai pukul 22.00 wita. Namun, kenyataannya hal itu tidak dilaksanakan pihak pengelola mal.

“Sejak Kamis lalu, kami sudah sampaikan ke pemilik gedung terkait prokes dan menyediakan petugas prokes setiap ruko maupun mal serta me-monitoring setiap kegiatan yang langsung dimonitoring di kecamatan sehingga dapat ditegur langsung, di samping itu kita langsung cek di lokasi,” jelasnya.

Danny menjelaskan, bahwa selama ini pihak pengelola mal tidak mengetahui berapa jumlah pengunjung yang masuk dan keluar. Oleh karena itu,  Danny memerintahkan pengelola mal untuk mengaktifkan protokol pintu masuk dan pintu keluar untuk mengetahui jumlah pengunjung mal.

“Kalau disini ada 670an tenan, diasumsikan 1 tenang ada lima (orang), berarti ada 3.350 orang kapasitas yang diperkenankan, sehingga menghitung orang yang masuk dan keluar itu yang membedakan. Kalau kurang dari 350 orang itu bisa dimasukkan [pengunjung lagi],” tuturnya.

Danny menegaskan, pihak pengelola mal akan diberikan sanksi teguran pertama terkait pelanggaran protokol kesehatan.

“Kalau perlu tidak perlu teguran kedua, kalau surat edaran itu tidak diindahkan saya akan menutup tempat ini, bahkan akan menutup mal ini. Kita butuh kebangkitan ekonomi tapi protokol kesehatan tetap nomor satu,” tegas Danny.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *