Connect with us

Nasional

Wabah Corona, Kemenhub Pastikan Jawa Tengah Jadi Destinasi Pemudik Cepat

Published

on

Wabah Corona, Kemenhub Pastikan Jawa Tengah Jadi Destinasi Pemudik Cepat
Share

Reportersatu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merilis temuan terbaru terkait upaya penyelamatan diri para perantau di sejumlah kota besar di Indonesia, khususnya ibukota DKI Jakarta. Temuan tersebut diketahui adalah sindrom mudik cepat ke kampung halaman, padahal bulan Idhul Fitri masih 2 bulan lagi. 

Baca Juga : Pemerintah Perpanjang Masa Darurat Virus Corona Sampai 29 Mei 2020

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan bahwa destinasi para pemudik cepat itu adalah Provinsi Jawa Tengah. Jawa Tengah disebut sebagai provinsi dengan wilayah yang mengalami peningkatan kedatangan terbanyak para pemudik cepat.

loading...

“Ada beberapa di Jawa Tengah yang ada lonjakannya, di Wonogiri, Purwokerto, Solo dan beberapa tempat lain. Mapping-nya memang banyak yang cenderung balik ke daerah masing-masing,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di kantornya, Jumat, 27 Maret 2020.

Kemenhub mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Koordinasi tersebut untuk melakukan uji rapid test pada para pemudik yang bandel itu.

” Controlling ada di Pusat. Tapi koordinasi sudah kami lakukan dengan kepala daerah Jateng. Jadi hulu dan hilir harus koordinasi. Tapi karena sudah pulang ke kota halaman. Jadi rapid test dilakukan di sana. Namun kita sama-sama pantau,” ujar Budi Setyadi.

Di lain sisi, Staf Khusus Menteri Perhubungan Adita Irawati menuturkan, peristiwa mudik prematur ini telah mengakibatkan meningkatnya jumlah ODP virus corona di beberapa daerah, sebagai salah satu contohnya Sumedang, Jawa Barat.

Baca Juga : PPATK Resmi Terapkan WFH Di Internal Lembaganya

“Baru saja kami terima laporan di Sumedang ODP meningkat karena dapat limpahan mudik dari Jabodetabek. Ini tuh belum puncaknya, maka kalau enggak ada pelarangan kita khawatir ini akan makin luas Covid-nya dan menambah zona merah,” tutur Adita.

Adita memastikan bahwa sebentar lagi presiden akan memberikan maklumat perihal larangan mudik, sekalipun di bulan ramadhan dan Idhul Fitri. Maklumat ini akan berkekuatan temporer atau sementara. Menyusul perkembangan virus corona di Indonesia.

Rencananya, keputusan mengenai larangan mudik ini akan dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo. (Mey)


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *