Connect with us

Seni & Budaya

Varanasi, Kota Suci Umat Hindu Kesukaan Dewa Shiva

Published

on

Share

Reportersatu, Varanasi adalah salah satu kota tertua di India yang dianggap sebagai salah satu kota paling suci dalam agama Hindu. Berlokasi di tepi Sungai Gangga, Varanasi terletak di negara bagian Uttar Pradesh di India bagian utara. Pentingnya Varanasi bagi umat Hindu bisa dibilang sama seperti Mekkah bagi Muslim dan Vatikan bagi umat Katolik. Varanasi dikenal dengan berbagai nama, yakni Benares, Benaras, Banaras, Kashi, atau Kasi.

Namun, apapun namanya, Varanasi sejatinya telah memiliki tempat di hati umat Hindu sejak berabad-abad. ketika kelima Pangeran Pandawa memenangkan perang melawan sepupu mereka, mereka kemudian datang ke Varanasi untuk melakukan penebusan dosa selama perang. Begitu pula orang-orang yang mencari moksha (pembebasan dari hal duniawi). Oleh sebab itu, jangan heran jika tiang pembakaran di Manikarnika dan Harishchandra ghat (tempat kremasi mayat) tak henti-hentinya menyala.

Baca Juga : Sejarah Singkat Asal Usul Wayang Kulit

Seiring dengan melelehnya daging dalam tubuh mayat dan mengalir menuju Sungai Gangga, para imam dan keluarga akan terlihat berdoa, menggumam, dan berteriak agar orang yang mati dan dikremasi di sana akan dibebaskan jiwanya. Air Sungai Gangga diyakini dapat menghapus dosa manusia, bahkan pelanggar terburuk sekalipun.

loading...

Karena menjadi tempat tujuan bagi orang-orang yang telah memasrahkan hidup dan jiwanya, Varanasi memiliki beberapa hotel yang secara khusus hanya untuk menampung mereka yang ingin mati. Ada banyak pondok yang telah ditunjuk sebagai rumah keselamatan dan didanai oleh organisasi amal maupun kelompok bisnis yang datang untuk mati.

Salah satunya adalah Mumukshu Bhawan yang menyediakan 116 kamar bagi orang-orang yang ingin mati di Varanasi atau yang biasa dikenal juga sebagai Kashivasis. Di Mumukshu Bhawan, Kashivasis mesti membayar sumbangan sekitar 100 ribu rupee atau setara Rp 19,6 juta. Jumlah ini bisa lebih besar atau lebih kecil tergantung pada kemampuan pribadi.

Nantinya Kashivasis mendapatkan kamar yang akan dijadikan sebagai tempat tinggal hingga ajal menjemput. Meski harus tetap membayar, pihak pengelola biasanya lebih memilih Kashivasis yang memiliki keluarga atau pihak perwakilan yang dapat memelihara mereka hingga mati. Karena pondok penginapan ini tidak menyediakan makanan, sehingga harus tetap ada keluarga Kashivasis yang turut ambil bagian di dalamnya. Begitu pula dengan kremasi ketika mereka meninggal kelak, meskipun manajemen biasanya tetap memberi bantuan.

Di tempat ini, Kashivasis dapat tinggal hingga bertahun-tahun, berbeda dengan rumah penginapan Mukti Bhawan yang hanya memberikan kesempatan selama 15 hari bagi para penghuninya. Apabila Kashivasis tidak meninggal dalam kurun waktu itu, maka pihak pengelola akan meminta mereka untuk keluar secara baik-baik.

Selama berada di Varanasi, khususnya di pondok penginapan, biasanya umat Hindu India akan menghabiskan waktunya untuk berdoa, beribadah, dan mengobrol dengan sesama penghuni. Selama itu pula mereka tidak diperbolehkan melakukan aktivitas atau mengkonsumsi makanan yang dilarang sesuai dengan kepercayaan Hindu.

Misalnya bermain kartu, beraktivitas seksual, memakan daging, telur, bawang, dan makanan lainnya yang dianggap tidak murni. Umumnya Kashivasis yang datang ke Varanasi adalah mereka yang telah lanjut usia, sekitar 60 tahun ke atas. Mereka datang ke Varanasi bukan dengan duka bahwa hidup tinggal sebentar lagi, melainkan suka cita menyambut kesusahan dan berharap bahwa mereka dapat keselamatan.

Di luar sakralitas Kota Varanasi sebagai tujuan untuk meninggal para umat Hindu India, kota ini dikenal sebagai pusat kebudayaan. Lokasinya yang berada di sekitar Sungai Gangga membuat Varanasi menjadi salah satu kota penting dalam sisi budaya dan sejarah. Varanasi bahkan telah menjadi pusat ilmu pengetahuan sejak 700 SM silam.

Varanasi adalah salah satu dari tujuh kota suci umat Hindu, dan sering disebut sebagai ibu kota spiritual India, dan Kota Shiva. Enam kota suci lainnya adalah Ayodhya, Mathura, Haridwar, Kanchipuram, Ujjain, dan Dwarka.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *