Connect with us

Peristiwa

Usia 99 Tahun Kereta Uap Jadi Wisata di Solo

Published

on

Usia 99 Tahun Kereta Uap Jadi Wisata Di Solo (2)
Share

Reportersatu, Kereta Api Indonesia (KAI) meresmikan lokomotif uap kuno tipe D1410 sebagai kereta wisata di Solo. Lokomotif tersebut cukup spesial, lantaran keberadaan lokomotif dengan tpe D14 itu kini hanya tinggal satu yang umurnya 99 tahun di dunia, yakni di Solo yang bakal beroperasi sebagai kereta wisata.

Lokomotif uap itu tampak melintas di jalur rel yang terletak di tengah Kota Solo untuk pertama kalinya usai proses restorasi selesai dilakukan di Balai Yasa Yogyakarta. Tak seperti biasanya, hiasan rangkaian bunga melati tampak mengalung di bagian depan lokomotif berwarna hitam legam itu.

Saat menyusuri jalur rel di pinggir Jalan Slamet Riyadi itu, pesona lokomotif uap buatan Hanomag, Jerman tahun 1921 itu mencuri perhatian masyarakat yang beraktifitas di car free day jalan utama Kota Solo. Merekaberadu cepat untuk bisa mengabadikan momen langka itu dengan kamera telepon seluler.

Lokomotif yang memiliki panjang 12,6 meter itu terlihat menarik dua kereta yang bercat kombinasi hijau dan putih. Kereta wisata yang ditarik juga bukan sembarang kereta karena merupakan kereta tua batan pabrikan Beynes, Belanda tahun 1938 silam. Tak pelak, kemunculan rangkaian lokomotif uap berbahan bakar kayu lengkap dengan kereta itu kedepannya dapat menjadi daya tarik wisata Solo.

loading...

Peresmian lokomotif uap D1410 sebagai kereta wisata dihadiri langsung Diirektur Utama (Dirut) PT KAI, Edi Sukmoro, Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Edi  Purwanto dan jajaran pejabat PT KAI. Sedangkan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diwakili oleh Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo.

Peresmian lokomotif uap D1410 sebagai kereta wisata di Solo ditandai dengan pemecahan kendi oleh Dirut PT KAI dan Wakil Wali Kota Solo.

Pengguntingan pita bunga melati dan pemecahan kendi yang dilakukan Dirut PT KAI bersama Wakil Wali Kota Solo menandai diresmikannya lokomotif uap kuno itu sebagai kereta wisata di Solo mendampingi kereta uap sebelumnya yang telah beroperasi, Sepur Klutuk Jaladara. Selanjutnya para pejabat dan tamu undangan langsung naik ke rangkaian lokomotif itu untuk menjajal dan merasakan sesnsai naik kereta wisata uap hingga Stasiun Sangkrah.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan pengoperasian lokomotif uap sebagai kereta wisata merupakan hasil kerjasama antara PT KAI dengan Pemkot Solo. Adanya kerjasama itu kini PT KAI menyediakan dan memperbaiki lagi kereta-kereta zaman dulu seperti halnya lokomotif uap dengan nomor lambung D1410.

“Ini usianya 99 tahun. Kalau orang (dengan usia) itu mungkin juga sudah langka,” kata dia di Solo.

Untuk menghidupkan lagi lokomotif uap kuno itu bukan perkara mudah. Lantas, Edi pun mengerahkan sejumlah anak buahnya untuk memperbaiki lokomotif langka itu. Bahkan, ia juga melibatkan sejumlah karyawan yang telah pensiun untuk diperbantukan dalam perbaikan tersebut.

“Ini ternyata saya punya teman-teman dari kereta api, bukan cuma yang aktif tapi yang sudah pensiun pun turun tangan untuk memperbaiki ini supaya jalan,” ungkapnya.

Menurut Edi, dari keseluruhan lokomotif tiper D14, tercatat hanya tingal satu unit, yakni D1410 yang saat ini telah berhasil beroperasi dan menjadi kereta wisata di Solo.

“Loko ini sebenarnya di dunia sudah nggak ada lagi dan tinggal satu. Satu pun waktu itu nggak jalan dan yang ini jalan,” katanya bangga

Selanjutnya lokomotif uap itu akan dimanfaatkan sebagai kereta wisata. Dengan demikian diharapkan para turis lokal maupun mancanegara bisa menikmati kereta tersebut sambil mengenang sejarah masa lalu.

“Jalannya (kereta) memang untuk tamasya atau untuk pariwisata sehingga teman-teman wisatawan bisa mengingat masa lalu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto menjelaskan Direktur Utama PT KAI memerintahkan untuk merestorasi lokomotif uap dengan nomor lambung D1410 pada tahun 2018 lalu. Hal ini dilakukan lantaran lokomotif tersebut tinggal satu-satunya yang tersisa.

“Pada saat itu 2018-an, kami diperintahkan untuk merestorasi pye carane iku iso (bagamaina caranya biar bisa) operasi karena tinggal satu-satunya. Itu perintahnya sangat simpel dan jelas,” kata dia.

Kemudian, lokomotif uap kuno yang sempat mangkrak setelah tiba di Solo dengan umur 99 tahun dari TMII itu lantas diangkut ke Yogyakarta untuk direstorasi di Balai Yasa. Restorasi itu dilakukan sendiri oleh tenaga-tenaga dari PT Kereta Api.

“Selain pekerja yang masih berdinas, kami juga memanggil ahli-ahli yang dulu mengerjakan loko uap dan  mengoperasikan loko uap yang sudah purna dan masih enerjik untuk diajak bertukar pikiran,” jelas dia.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *