Connect with us

Internasional

Usai Lockdown, Warga Inggris Rayakan Kebebasan

Published

on

Share

Reportersatu, Usai pemberlakuan lockdown di cabut, para warga Inggris kembali berpelukan dan memenuhi bar pada hari Senin (17/5/21). Kembali dibukanya London ini memberikan semacam kebebasan kepada 65 juta warganya yang sebelumnya harus mematuhi peraturan lockdown selama empat bulan lamanya.

Diumumkan secara luas, dimulai dari hari Senin, warga Inggris diperbolehkan untuk berkumpul sampai sebanyak 30 orang di tempat terbuka. Di tempat tertutup, seperti cafe, bar, dan restoran, dua keluarga diperbolehkan bertemu. Setiap rumah diperbolehkan untuk menerima tamu sebanyak lima orang dan masker tidak lagi wajib dikenakan di sekolah-sekolah.

Baca Juga : AS Dukung Gencatan Senjata Israel-Palestina

loading...

“Sudah lama sekali kita tidak merasakan suasana seperti ini,” kata Clare Smyth, seorang chef di restoran Core di London. Restoran tersebut baru saja memenangkan bintang Michelin ketiganya pada bulan Januari.

“Saya sungguh sangat senang, sudah tidak sabar lagi menyambut para tamu di pintu masuk. Ini akan menjadi momen yang sangat emosional bagi saya,” ucapnya kepada Reuters. “London sudah dibuka kembali dan kami bisa merasakan saat-saat yang menyenangkan lagi,” tutupnya.

Warga Inggris sekali lagi bisa berpelukan dengan orang-orang tercintanya, meskipun dengan hati-hati. Mereka juga sekali lagi bisa menikmati bir-bir di bar favorit mereka, berkumpul dengan kawan-kawannya di restoran atau bisa juga ke bioskop setelah Inggris menetapkan lockdown terketatnya.

Warga London sangat bergembira dengan adanya pengumuman ini. Salah satunya adalah aktris dari Inggris, Joanna Lumley.

“Saya akan memeluk semua orang yang saya temui,” ujarnya kepada koran Telegraph.

“Saya akan memeluk para gadis di meja kasir, para pelukis jalanan, dan juga para pemuda sedang bermain bola di taman. Tentu saja saya juga akan memeluk para petugas polisi,” ujarnya sambil tersenyum gembira.

Selain adanya euforia kesenangan, tentu juga ada rasa cemas.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson menyarankan warganya untuk merayakannya dengan hati-hati dan juga mengumumkan bahwa adanya virus varian baru di India juga berarti dibukanya kembali Inggris secara penuh pada bulan Juni nanti, bisa saja akan diundur.

“Bersama-sama kita telah mencapai pencapaian baru pada perjalanan pandemi ini, namun kita harus terus berhati-hati dalam menentukan langkah kedepannya,” ujar Johnson pada pernyataannya.

Ada rasa kekhawatiran yang besar tentang virus corona varian B.1.617.2 yang mana para peniliti Inggris katakan bisa menjadi virus yang paling banyak ditemukan di Inggris nanti. Virus ini lebih mudah menular daripada varian B.1.1.7.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *