Connect with us

Nasional

Usai Lebaran, Pemerintah Terus Pantau Sejumlah Klaster Baru

Published

on

Share

Reportersatu, Meningkatnya kasus Covid-19 di beberapa provinsi di Indonesia pasca libur Lebaran membuat Pemerintah terus memonitor kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di beberapa tempat yang terdapat sejumlah klaster baru.

Sejumlah klaster tersebut antara lain klaster tarawih di Pati, Banyumas, Banyuwangi, dan Malang. Klaster pemudik di Klaten, Cianjur, dan Garut. Klaster halal bihalal di Cilangkap, serta pelaku perjalanan di perumahan di Bogor.

Selain itu, pemerintah juga memperhatikan kasus klaster kapal di Cilacap di mana di sana ABK-nya tercatat positif dan sebagian telah sembuh. Namun, ada 14 ABK yang terkena varian B.1.617.

loading...

Baca Juga : Pemerintah Sediakan Vaksin Gratis, Masyarakat di Minta Bersabar

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers bersama Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, (24/5/21), selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Arahan Bapak Presiden bahwa untuk kapal dan pelabuhan diprioritaskan dilakukan vaksinasi. Khusus untuk kapal yang pernah atau berasal dari India untuk dilakukan isolasi di kapal selama 14 hari. Jadi artinya kita isolasi langsung di kapal bagi barang atau kargo yang pernah masuk India,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga memaparkan hasil tes acak terhadap pelaku perjalanan di Jawa menuju Jakarta. Mereka yang diperiksa melalui tes cepat antigen di sejumlah titik penyekatan ada 156.162 orang di mana 1.064 orang atau 0,6 persen di antaranya terdeteksi positif. Sementara itu, dari 340.047 orang yang diperiksa dengan menggunakan GeNose, 6.925 orang atau 2 persen di antaranya terdeteksi positif.

“Kemudian mandatory check dari Sumatera ke Jawa ini yang diperiksa dengan RT antigen 59.967 orang, positif 532 orang atau 0,89 persen. Oleh karena itu tadi dibahas dan diusulkan perpanjangan mandatory check dari Pelabuhan Bakauheni atau dari Sumatera diperpanjang sampai 31 Mei karena yang kembali ke Jakarta baru 59.967. Sedangkan yang kemarin keluar dari Jawa masuk Sumatera lebih dari 400 ribu. Jadi ini akan dilanjutkan sampai 31 Mei,” bebernya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *