Connect with us

Internasional

Upaya Ringankan Beban Rumah Sakit, Jepang Jual Alat PCR Lewat Vending Machine

Published

on

Share

Reportersatu, Jepang menjual alat tes polyme rase chain reaction (PCR) yang digunakan sebagai alat uji virus corona lewat vending machine.

Direktur Klinik Hidung dan Tenggorokan Laketown Takenoko Hideki Takemura mengatakan, mesin penjual ini menawarkan pilihan kepada konsumen untuk melakukan tes virus corona lebih cepat dan menghindari antrian di klinik. Selain itu sebagai target pemerintah demi meningkatkan kapasitas tes corona setiap harinya.

Sebab, Takemura mengatakan sejauh ini pemerintah Jepang hanya melakukan 40 ribu tes PCR dalam satu hari. Jumlah itu menjadikan akses tes PCR terbatas dan hanya mengutamakan orang-orang yang memiliki gejala dan berisiko tinggi mengidap Covid-19.

loading...

Baca Juga : Terpapar Covid-19, Bayi Berusia 37 Hari Meninggal di Yunani

“Jepang melakukan tes PCR dalam jumlah yang sangat rendah dan akibatnya semakin banyak orang tidak tahu apakah mereka mengidap flu biasa atau virus corona,” kata Takemura kepada Reuters pada Senin (8/3).

“Tanpa tes PCR, tidak mungkin melakukan diagnosis pasti dan saya merasa kita harus berbuat lebih banyak agar orang dapat didiagnosis lebih awal sehingga bisa melakukan isolasi lebih awal,” ujarnya menambahkan.

Takemura mengatakan sejauh ini kliniknya telah memasang tujuh mesin otomatis penjual alat PCR di wilayah Ibu Kota Tokyo dan sekitarnya. Ia berharap vending machine tersebut membuat masyarakat tidak lagi bergantung pada klinik dan rumah sakit untuk melakukan uji Covid-19.

Takemura mengatakan setiap mesin menampung sekitar 60 PCR kit yang dijual seharga 4.500 yen atau setara Rp600 ribu. Tak hanya praktis, PCR kit yang dijual kliniknya ini berbasis tes air liur, bukan swab hidung dan tenggorokan sehingga lebih nyaman dan aman untuk dilakukan secara mandiri.

Setelah membeli PCR kit di mesin, warga bisa mengirimkan sampel air liur ke laboratorium untuk diperiksa.

Sejauh ini, Takemura mengatakan masyarakat Jepang khususnya di Tokyo menyambut baik kehadiran vending machine alat PCR tersebut. Ia bahkan mengaku beberapa mesin otomatis itu perlu diisi ulang dua kali sehari.

Namun, ia mengatakan pembelian alat PCR melalui vending machine kliniknya itu sempat menurun terutama ketika gelombang ketiga pandemi corona mereda.

“Sebagai tenaga medis, saya sangat senang jika jumlah tes menurun seiring dengan angka infeksi,” kata Takemura.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *