Connect with us

Kuliner

Unik, Warung Wedangan di Magetan Sediakan Menu Bekatul

Published

on

1533105738955
Share

Reportersatu, Selama ini, dedak atau serbuk halus dari kulit padi itu lazim dimanfaatkan peternak untuk makanan ayam, itik, dan hewan ternak lainnya. Siapa sangka dedak lunak yang disebut bekatul justru banyak manfaatnya bagi tubuh manusia. Wedangan Waroeng Katoel Mazgenkfood yang mebukukan kisah unik ini membuktikannya.

Wedangan Waroeng Katoel Mazgenkfood mengolah bekatul menjadi beragam olahan kuliner, antara lain botok bekatul, bubur atau jenang katul, kopi wedang katul, serta sambel katul yang bisa dipadu dengan aneka penyetan sesuai selera. Wedangan Waroeng Katoel Mazgenkfood menjamin semua makanan yang disajikan dari bahan dasar bekatul halal dan layak dikonsumsi.

“100% halal. Dengan mengonsumsi bekatul dua sendok makan setiap hari, bisa memperlancar buang air besar, menambah kesehatan tubuh, serta membuat tubuh tidak cepat lelah,” kata pemilik Wedangan Waroeng Katoel MazgenkFood, Sugeng.

Kaya Manfaat

Sugeng menyampaikan bekatul sangat kaya dengan kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamun B kompleks, dan dietary fiber atau serat pencernaan. Khasiat bekatul tepung mata beras, lanjut dia, mampu menghalusjan kulit kasar, membantu menurunkan berat badan, terlindungi dari penyakit beri-beri, menurunkan kadar gula dan kolesterol, obat asma, serta menangani diabetes.

“Kasiat bekatul yang dicampur dengan gula dan jahe dapat menghangatkan tubuh, menguatkan lambung, mencegah masuk angin, mengaktifkan sirkulasi darah, dan memperbaiki saluran pencernaan. Bekatul yang dicampur kunyit dan temulawak juga memiliki khasiat cukup banyak, seperti membersihkan darah, mengatasi gangguan liver, dan lain sebagainya,” ujar Sugeng.

Bukan hanya itu, menurut Sugeng, bekatul yang dikonsumsi dengan sari kedelai juga memiliki khasiat bagi tubuh. Dia menyebut khasiat bekatul dengan sari kedelai, antara lain meningkatkan fungsi otak dan jantung, menurunkan kadar kolesterol, mencegah kanker dengan kandungan anti oksidannya yang tinggi, mencegah osteoporosis, serta memelihara kesehatan tulang.

“Makanan olahan bekatul ini awalnya hanya dikonsumsi anggota keluarga kami, turun temurun dari nenek. Setelah mengetahui banyak manfaatnya, kami coba mengembangkan dengan cara menjual makanan dari bekatul itu. Syukur, makanan olahan bekatul semakin diminati banyak orang,” jelas Sugeng.

Resep Warisan Nenek
Sugeng menyebut 200 sampai 500 bungkus botok bekatul biasanya ludes dalam sehari. Tidak hanya dimakan di Wedangan Waroeng Katoel MazgenkFood, menurut dia, botok bekatul kerap dibeli warga luar Magetan untuk dijadikan oleh-oleh. Sugeng mengatakan botok bekatul banyak dikonsumsi orang lanjut usia yang disarankan dokter untuk menanggulangi diabetes dan penyakit lainnya.

“Kami sudah menekuni usaha makanan olahan dari bahan dasar bekatul sejak 2014. Kami tetap menjual olahan makanan tersebut dengan harga yang cukup terjangkau, yakni botok bekatul Rp2.000 per bungkus, bubur katul Rp3.000 per bungkus, sambel katul Rp3.000 per porsi, sedangkan rawon dan soto daging Rp5.000 per porsi,” terang Sugeng.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *