Connect with us
DomaiNesia

Seni & Budaya

Tokoh Pop Art di Dunia dan Indonesia

Published

on

Wedha Abdul Rasyid The Founder Of Wpap By Adamkhabibi Db05tcg Fullview (1)
Share

Reportersatu, Seniman Pop Art yang paling terkenal adalah Andy Warhol, dengan karyanya yang menggambarkan wajah Marylin Monroe yang disajikan dengan warna-warna komplemen yang tegas. Andy Warhol adalah seniman Amerika, dialah yang dipercaya mulai mempopulerkan Pop Art di Amerika. 

Andy Warhol

Boleh dibilang merupakan tokoh yang paling berpengaruh dan paling terkenal dalam sejarah perkembangan pop art. Sebelum menginjakkan kakinya di dunia seni murni ia adalah ilustrator komersial yang sukses dan mendapatkan bayaran tinggi di New York.

Ia telah sukses sebelum menjadi seniman yang memajang karyanya di galeri terkemuka dunia. Ia terlahir di keluarga miskin yang merupakan imigran dari Eropa Timur. Prestasi puncaknya adalah meninggikan kepribadiannya sendiri sampai pada tingkat ikon populer. Hal itu membuatnya mewakili tingkat ketenaran baru bagi seniman di masa itu, yakni sebagai selebriti.

Ciri khasnya adalah penggunaan media cetak sablon untuk membuat lukisannya. Subjek dan objek ikonik atau khasnya meliputi: kaleng sup campbell, berita koran, dan tentu saja Marilyn Monroe. Berikut adalah contoh karyanya.

Baca Juga : Awal Mula dan Konsep Gaya Seni Pop Art

Roy Lichtenstein

Roy Lichtenstein merupakan salah satu seniman Pop Art Amerika pertama yang mencapai popularitas tinggi, bahkan sebelum Andy Warhol. Ia juga menjadi salah satu Seniman Pop Art yang boleh dikatakan penangkal petir untuk kritik gerakan ini. Karya awalnya beragam, ia telah bereksperimen dan mencoba berbagai aliran dan menunjukkan pemahaman yang cukup tinggi mengenai seni modern.

Namun, gaya Pop yang matang baru ia dapatkan pada tahun 1961, dan terinspirasi oleh komik. Semenjak itu, lukisan-lukisan ikoniknya menjadi identik dengan aliran ini. Metodenya menciptakan gambar memadukan aspek reproduksi mekanis (bantuan teknologi) dan gambar tangan tradisional.

James Rosenquist

James Rosenquist terkenal dengan lukisan kolase yang kolosal dengan fragmen gambar yang disandingkan satu sama lain secara misterius. Gambar yang di kolase sebagian besar diambil dari iklan dan media massa.

Dalam kanvas yang besar, gambar produk konsumen, persenjataan, dan selebriti yang tampak tidak terkait ini sebetulnya menyiratkan permasalahan sosial, politik,  hingga budaya senimannya sendiri.

Selama enam dekade, Rosenquist terus menciptakan lukisan-lukisan provokatif yang ukuran kanvasnya terhitung sangat besar. Relevansi karyanya bergantung pada keterlibatan dia dan khalayak masyarakat dalam isu-isu ekonomi, politik, lingkungan, dan ilmiah saat itu.

Claes Oldenburg

Oldenburg adalah seniman Pop yang bereksperimen dengan berbagai efek pemindahan, objeknya terkatung-katung antara kenyataan patung dan lukisan. Objek-objek yang disusunnya terdiri dari berbagai benda-benda seperti hamburger raksasa hingga model mesin cuci dan alat pengocok telur.

Pop Art Indonesia

Di Indonesia sendiri pop art adalah aliran yang banyak digemari baik oleh para pelaku seni / desainer maupun masyarakat luas. Belakangan ini, Pop Art seakan menjadi salah satu karya retrospeksi yang kembali hadir dengan nuansa nostalgianya.

Wedha Pop Art

Salah satu tokoh utama yang menyebabkannya adalah Wedha Abdul Rasyid. Ia memulai pergerakan WPAP atau singkatan dari Wedha Pop Art yang menggabungkan konsep melukis kubisme dan pop art. Ia mengungkapkan bahwa ia terpaksa mencari cara baru untuk menggambar ilustrasi wajah ketika usianya mencapai 40 dan pengelihatannya sudah mulai terganggu.

Maka terciptalah gaya Wedha Pop Art sebagai jawabannya. Gaya ini kemudian semakin tumbuh dan berkembang hingga menarik banyak para pelaku kreatif lain untuk mengikutinya. Wedha juga berkata bahwa ia menggunakan berbagai alat bantu teknologi seperti proyektor untuk mempermudah proses kreatif karyanya.

Seperti seniman pop art lainnya Wedha adalah ilustrator ternama di Indonesia. Ia telah berpuluh-puluh tahun bekerja sebagai salah satu ilustrator dan desainer majalah Hai yang sangat populer. Ia juga telah berhasil menggantungkan karyanya di berbagai galeri terkemuka di Indonesia.

Cara Membuat Wedha Pop Art

Mengenai teknisnya sendiri ia menggunakan hitungan kubisme yang mengabaikan kurva kecil menjadi garis lurus. Sehingga katakanlah mudahnya portret yang terbentuk menjadi tampak poligonik atau “kotak-kotak”. Ia juga menggunakan warna hangat sebagai highlight potret, dan warna dingin untuk shading atau bayangan. Konsep ini cukup sederhana dan sangat menarik namun siapa sangka, sangat menantang.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *