Connect with us
DomaiNesia

Peristiwa

Tiga Anggota Kepolisian Menjadi Korban Kekerasan Saat Mengawal Demontrasi Menolak Undang-undang Omnibus Law

Published

on

Ilustrasi Demonstrasi 5d8da487097f36354e7c1062
Share

Reportersatu, Tiga anggota Kepolisian Resor Metro Tangerang, menjadi korban kekerasan saat mengawal demontrasi menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Ketiga polisi itu mengalami luka-luka akibat kekerasan dan hantaman benda tumpul dari demonstrasi di Batuceper, Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan, unjuk rasa berujung aksi anarkis itu melukai AKP Dirgantoro, Bripka Imam Santoso dan Briptu Indah Nurmala. Ketiga korban mengalami luka ringan hingga berat.

“AKP Digantoro Kanit Sat Sabhara mengalami nyeri pada punggung, luka lecet di pinggang, jari kelingking di sebelah kiri dan di dengkul kaki,” kata Sugeng, Rabu (14/10).

Dia menjelaskan, anak buahnya yang menjabat Kanit Sabhara itu terluka akibat tendangan seorang pengunjuk rasa dan pukulan menggunakan benda tumpul sehingga melukai kaki kirinya. Sementara, Bripka Imam Santoso, mengalami luka-luka di bagian perut dikarenakan tendangan seorang demonstran.

Dia menambahkan luka paling parah dialami Briptu Indah Nur Amalia, hingga mengalami patah tulang bagian siku pada lengan kanan.

“Indah Nur Amalia ditendang dan dipukul dari belakang sehingga korban jatuh dan menderita patah tangan kanan,” kata dia. 


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *