Connect with us

Peristiwa

Terkendala Sistem Hidrolik, Batik Air Rute Semarang-Jakarta Putar Balik ke Bandara Asal

Published

on

Share

Reportersatu, Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6355 harus putar balik ke bandara asal usai sempat terbang 15 menit, pada Minggu (28/3). Penerbangan tersebut mengambil rute Semarang melalui Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Jawa Tengah (SRG) tujuan Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK).

Pesawat yang dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Minggu (28/3) tepat pukul 15.15 WIB harus kembali ke Bandara Ahmad Yani atas keputusan pilot pada penerbangan itu.

Baca Juga : Kilang Minyak Pertamina RU VI Balongan Indramayu Terbakar

loading...

Coorporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan pilot dalam penerbangan tersebut memutuskan untuk memutar balik atau kembali ke bandara udara asal (return to base) setelah mendapati salah satu indikator penerbangan tidak dalam posisi semestinya.

“Pilot melakukan komunikasi dengan petugas lalu lintas udara dikarenakan ada salah satu indikator pada kokpit yang menunjukkan komponen tertentu tidak dalam posisi yang seharusnya sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kembali di darat,” kata Danang, Senin (29/3/21).

Keputusan putar balik ini, kata Danang, dilakukan pilot lantaran ingin memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat dalam keadaan aman. Apalagi didapati, persoalan yang terjadi pada pesawat ini ada di sistem hidrolik pesawat.

“Dikarenakan kendala teknis pada sistem hidrolik pesawat, maka pilot memutuskan untuk kembali ke bandar udara asal (return to base/ RTB). Keputusan pilot ini untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata dia.

Danang menjelaskan, sebelum mendarat, pesawat juga sempat melakukan putaran (holding) dikarenakan cuaca buruk dengan jarak pandang pendek. Hal ini kata dia, memang tidak memenuhi kualifikasi keselamatan untuk pesawat mendarat atau lepas landas.

“Setelah jarak pandang dinyatakan aman dan mendapatkan izin mendarat dari pengatur lalu lintas udara, Batik Air penerbangan ID-6355 mendarat pukul 15.00 WIB,” jelas Danang.

“Batik Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu yang terganggu perjalanannya atas ketidaknyamanan yang timbul dari penerbangan ID-6355,” jelas Danang.

Meski begitu, kemarin para penumpang pesawat tersebut telah diberangkatkan kembali tepat pukul 18.13 WIB dari Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani. Dalam penerbangan ini, kata Danang, Batik Air mengganti pesawat udara dengan menggunakan armada lainnya yakni Airbus 320-200CEO registrasi PK-LZJ.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *