Connect with us

Internasional

Terkait Temuan Jasad Anak Pribumi, PM Kanada Tuntut Gereja Katolik Minta Maaf

Published

on

Share

Reportersatu, Terkait ditemukannya 215 mayat anak-anak di kuburan tak bertanda di bekas sekolah tempat tinggal di Kamloops, British Columbia. Perdana Menteri Kanada , Justin Trudeau mengimbau umat Katolik Kanada untuk menuntut Gereja Katolik meminta maaf atas perannya di Sekolah Asrama Indian dan membuat catatan sekolah publik.

Gereja Katolik menjalankan sekolah tersebut dari tahun 1890 hingga tahun 1969. Ini adalah salah satu dari 139 sekolah semacam itu di Kanada. 

Baca Juga : Perdana, Mongolia Laporkan Kematian Anak Akibat Covid

Ini bukan pertama kalinya Trudeau meminta gereja dan Paus Fransiskus untuk meminta maaf, dan gereja juga menolak permintaan untuk mempublikasikan catatan sejarah sekolah asrama mereka.

loading...

“Sebagai seorang Katolik, saya sangat kecewa dengan keputusan yang diambil Gereja Katolik sekarang dan selama beberapa tahun terakhir. Kami masih melihat perlawanan dari gereja,” ucapnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (6/6/21).

“Saya pikir ini akan menjadi momen yang sangat penting bagi kita semua, khususnya umat Katolik di seluruh negeri, untuk menjangkau paroki-paroki lokal kita, untuk menjangkau para uskup, kardinal dan memperjelas bahwa kita mengharapkan gereja untuk melangkah, dan bertanggung jawab atas perannya dalam hal ini,” sambungnya.

Dia mengatakan, jika permintaan maaf dan membuat catatan publik tidak terjadi, dia mungkin harus mengambil langkah-langkah yang lebih kuat dan sebagai upaya terakhir yang akan mencakup pergi ke pengadilan.

“Sebelum kita harus mulai membawa Gereja Katolik ke pengadilan, saya sangat berharap para pemimpin agama akan memahami bahwa ini adalah sesuatu yang mereka butuhkan untuk berpartisipasi,” katanya.

Ada sekitar 150 ribu anak Pribumi yang diambil dari keluarga dan dipaksa masuk sekolah mulai tahun 1820-an. Sejumlah besar menderita kekerasan fisik, psikologis dan seksual. Diperkirakan setidaknya 4.000 meninggal dan banyak yang terbaring di kuburan tak bertanda.

Tapi tangan pemerintah Kanada tidak sepenuhnya bersih ketika berbicara tentang catatan dari sekolah asrama. Antara tahun 1936 dan 1944, diperkirakan pemerintah menghancurkan sekitar 15 ton dokumen yang berkaitan dengan sekolah, termasuk sekitar 20 ribu dokumen Urusan Indian.

Gereja-gereja lain telah meminta maaf karena menjalankan beberapa sekolah semacam itu, termasuk Gereja Bersatu, Gereja Presbiterian dan Gereja Anglikan. 


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *