Connect with us

Internasional

Terdampak Pandemi dan Terkendala UU, Pasar Imlek Hong Kong Terlihat Sepi

Published

on

Share

Reportersatu, Akibat dihantam pandemi dan terkendala undang- undang keamanan nasional, Pameran Tahun Baru Imlek di Hong Kong yang biasanya menjadi kesempatan bagi para penjual untuk menjajakan dagangan kreatif yang mengkritisi pemerintah, namun tahun ini sepi.

Januari tahun lalu, di pameran itu para pedagang menjual barang yang membawa slogan pro demokrasi yang dipopulerkan oleh para demonstran pada 2019. Barang-barang itu mulai dari tas jinjing, kaus oblong, tatakan gelas hingga tato temporer.

loading...

Hingga Kamis sore hanya terlihat beberapa orang berbelanja bunga di Victoria Park di sekitar kota Causeway Bay dan seberang pelabuhan di Mong Kok. Dua area itu tempat paling umum untuk demonstrasi massal di masa lalu.

Pengendalian kerumunan dilakukan dan pemeriksaan suhu adalah hal yang wajib di area itu.

“Tahun depan saya berharap semuanya akan lebih baik,” kata Peter Luk (63), seperti dikutip dari Reuters.

“Kita harus memiliki segala macam hal, barang politik, makan, mainan dan bunga, semuanya,” ucap dia.

Berbeda dengan Luk, pakar hukum Clare Zhou (26) mengatakan dirinya menikmati pengalaman yang diperkecil itu itu.

“Itu bagus, itu sangat tenang. Ini adalah festival musim semi, tidak ada yang menginginkan konflik dan apapun yang berhubungan dengan politik,” ucap Zhou.

Meski protes menguap, tidak ada pertemuan-pertemuan dalam skala besar akibat pandemi virus corona.

Tak lama, China lalu memberlakukan undang-undang keamanan nasional pada Juni 2020. Saat itu otoritas Hong Kong mulai menangkap aktivis dan politisi oposisi. Hong Kong berencana melonggarkan beberapa pembatasan virus corona mulai 18 Februari.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *