Connect with us

Internasional

Tembakan Dan Ledakan Meletus di Ibu kota Somalia Saat Bentrok Oposisi

Published

on

Share

Reportersatu, Pasukan keamanan bentrok dengan pengunjuk rasa yang melakukan aksi protes untuk memprotes pemilihan yang tertunda mengakibatkan terjadinya tembakan hebat dan ledakan di ibu kota Somalia, Migadishu ketika para pemimpin oposisi menentang larangan aksi demonstrasi pada Jumat waktu setempat.

Tidak jelas siapa yang melepaskan tembakan pertama. Namun, seorang saksi bernama Yusuf Mohamed melaporkan adanya baku tembak antara pasukan keamanan dan penjaga bersenjata yang melindungi pendukung oposisi yang memulai aksi protes di sepanjang jalan utama bandara.

“Bisa ada korban tetapi kami berlindung sekarang, saya tidak tahu persis apa yang terjadi,” katanya seperti dikutip laman Aljazirah, Jumat (19/2).

Saksi lain bernama Fadumo Moalim mengatakan, dirinya telah berdemo dengan damai. “Kami berjalan damai di sepanjang jalan bandara bersama dengan mantan Perdana Menteri Hassan Ali Kheire, ketika pasukan keamanan menembaki kami, menciptakan kekacauan,” kata dia.

loading...

Sebuah video yang dilihat oleh Aljazirah dari demonstrasi antipemerintah menunjukkan, warga sipil dengan mengenakan masker wajah mengibarkan bendera Somalia berlarian saat tembakan meletus. Kekerasan itu terjadi setelah ketegangan berberapa pekan atas penyelenggaraan pemilu yang tertunda di negara Tanduk Afrika itu.

Koresponden Aljazirah, Catherine Soi melaporkan dari Nairobi bahwa tembakan meletus di daerah dekat bandara dan sumber pemerintah dan oposisi telah melaporkan insiden. “Kami telah diberitahu seluruh wilayah tempat insiden terjadi telah ditutup oleh polisi dan militer,” katanya.

Dia menambahkan ledakan besar telah terdengar di beberapa bangunan di daerah tersebut tetapi situasinya telah tenang. Somalia berada dalam pusaran krisis karena masa jabatan presiden berakhir pekan lalu namun tanpa pemilihan penggantinya. Dalam semalam, pemerintah mengatakan milisi menyerang posisi militer di Mogadishu, dekat istana presiden.

Sebagian besar jalan di kota telah ditutup dan pasukan khusus sudah dikerahkan. Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed, yang juga dikenal sebagai Farmajo diperkirakan akan mengadakan pertemuan dengan lima presiden regional Somalia sebagai bagian dari upaya mengakhiri kebuntuan.

Sebuah koalisi kandidat oposisi menyerukan Farmajo mundur setelah masa jabatannya berakhir pada 8 Februari. Batas waktu mengadakan pemilihan tidak langsung terlewat karena daerah semi-otonom negara itu bertengkar tentang bagaimana melakukan pemungutan suara.

Pemerintah telah memperingatkan oposisi agar tidak menggelar protes, karena melonjaknya kasus virus corona di kota itu. Namun oposisi berjanji terus maju.

“Besok menandai dimulainya protes massal di seluruh Somalia yang akan berlanjut sampai Farmajo menyingkir untuk membuka jalan bagi pemilihan yang bebas, adil dan kredibel,” kata pernyataan dari koalisi oposisi, Kamis.

Kelompok tersebut bersekutu melawan Farmajo namun termasuk kandidat yang mencalonkan diri secara individu untuk jabatannya, termasuk dua mantan presiden Somalia. Ketegangan pertama kali meletus dalam semalam, dengan kedua belah pihak menuduh pihak lain melancarkan serangan.

Pemerintah Somalia dalam sebuah pernyataan menuduh “milisi bersenjata” melindungi para pemimpin oposisi menyerang sebuah pos pemeriksaan keamanan pemerintah dan berusaha untuk mengambil alih sebagian Mogadishu. Pihak oposisi membantahnya dan menuduh pasukan pemerintah menyerang hotel tempat mereka menginap.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *