Connect with us

Nasional

Tekan Angka Penyebaran Virus Covid-19 di Zona Merah, DKI Godog Jam Malam

Published

on

Share

Reportersatu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan jam malam hanya di wilayah-wilayah rukun tetangga (RT) yang masuk dalam zona pengendalian ketat di Ibu Kota. Hal ini sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan PPKM Tingkat RT.

Dari data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga 8 April, wilayah dengan jumlah RT zona merah terbanyak berada di Jakarta Barat dengan 755 RT. Kemudian diikuti Jakarta Timur dengan 634 RT, Jakarta Selatan dengan 571 RT, Jakarta Utara dengan 488 RT, dan Jakarta Pusat 210 RT, dan di Kepulauan Seribu 1 RT.

loading...

Merujuk Instruksi Gubernur Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro Tingkat RT, suatu wilayah masuk dalam zona merah dengan kriteria jika terdapat lebih dari lima rumah dengan konfirmasi kasus positif selama tujuh hari terakhir.

Baca Juga : Ucapkan Selamat Hari Kartini, Jokowi : Habis Gelap Terbitlah Terang

Dalam Ingub 23/2021 RT yang masuk kriteria zona merah harus melakukan sejumlah skenario pengendalian, termasuk menerapkan jam malam.

“Membatasi keluar masuk wilayah Rukun Tetangga maksimal hingga pukul 20.00 WIB,” demikian bunyi Ingub tersebut, sebagaimana dikutip Rabu (21/4).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, aturan lebih lanjut mengenai jam malam bagi RT yang masuk zona merah akan diserahkan ke Satgas Covid-19 di tingkat RT.

“Nanti yang mengatur Satgas covid di tingkat RT, pengaturannya lebih lanjut, detailnya, rinciannya, supaya kita bisa memastikan sesuai dengan arahan presiden PPKM mikro itu sampai ke tingkat komunitas terkecil yaitu di tingkat RT,” kata Riza.

Menurut politikus Partai Gerindra itu, kebijakan jam malam bagi RT yang masuk dalam kriteria zona merah bertujuan untuk menekan angka penularan. Warga yang berada dalam kawasan itu juga tidak diperkenankan untuk berkeliaran atau berkerumun di luar rumah.

“RT-RT yang masuk di kategori zona merah tidak diperkenankan untuk berkeliaran, kerumunan keluar rumah,” jelas Riza.

“Mohon diperhatikan karena kita sedang menekan semaksimal mungkin agar penyebaran Covid bisa terus diturunkan bahkan dihentikan,” kata dia menambahkan.

Selain menerapkan jam malam, RT zona merah juga harus menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, melakukan isolasi mandiri atau terpusat dengan pengawasan.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *