Connect with us

Wisata

Taman Nasional Baluran “Little Africa In Java’

Published

on

Large Baluran B0477fbbad9b5851f1d62d57e81bed1a (1)
Share

Reporterastu, Banyuwangi mempunyai sebuah objek wisata dengan pesona yang menawan dan wajib untuk di kunjungi oleh para traveller yaitu Taman Nasional Baluran sebuah kawasan yang memang mempesona dan esoktis. destinasi wisata yang satu ini bahkan di juluki “Little Africa In Java’ karena sangking indahnya.

Mengenal Taman Nasional Baluran

Taman nasional adalah sebuah kawasan yang digunakan khusus untuk melindungi berbagai macam ekosistem flora dan fauna. Di banyuwangi, kurang lebih ada 3 taman nasional yang berdiri dan dijadikan sebagai objek wisata unggulan. Salah satunya adalah Taman nasional Baluran yang mendapatkan julukan sebagai little Africa ini Java.

Luas kawasan ini kurang lebih 25.000 ribu hektar. Di kawasan ini sobat native akan disuguhkan dengan berbagai macam konservasi dan hewan-hewan alam. Jangan kaget, saat menyusuri kawasan ini sobat native akan dihibur dengan kondisi jalan yang rusak parah. Statusnya sebagai sebuah Taman Nasional membuat jalan kawasan ini tidak boleh diperbaiki.

Jadi, banyaknya lubang jalan harap dimaklumi. Begitu bula dengan hewan-hewan yang datang dan menyeberang tanpa permisi. Semuanya akan ditemui di kawasan ini. untuk keperluan perut jangan khawatir. disini sudah berdiri warung dengan berbagai macam menu makanan. Satu hal lagi, jangan berharap ada listrik. Kawasan ini bisa dibilang susah sekali yang namanya listrik.

Disini pengunjung bisa berkenalan dengan hewan-hewan yang dilindungi seperti banteng, kerbau, rusa, kera berekor panjang. Dan sebuah padang rumput yang sangat luas. Menarik bukan? Berpetualang di kawasan ini.

Hutan Musim

Hutan ini akan menyambut wisatawan yang datang ke sini setelah melewati pos penjagaan. Nah, yang dimaksud dengan hutan musim adalah hutan yang akan berubah-berubah sesuai dengan musimnya,

Saat musim penghujan wisatawan akan disuguhkan pesona hijaunya pepohonan. Tetapi,bila wisatawan datang pada musim kemarau, wisatawan akan dihibur dengan kondisi gersang. Warna coklat dengan dedaunan yang seakan rontok.

Kalau ditanya bagus yang mana diantara kedua musim ini, saya akan menjawab bagus semua. Bukan tanpa alasan karena, kedua musim ini mempunyai esoktisme masing-masing dan keunikan tersendiri. wisatawan akan berjalan menyusuri hutan ini kurang lebih sejauh 5 km.

Hutan Evergreen

Nah, kalau ini hutan abadi. Dimana, hutan disini dalam kondisi subur. Bukan musiman seperti yang diatas. Jadi, kapan pun, hutan ini akan selalu tampak hijau dan menggemaskan.

Tanah di hutan ini memang cukup subur. Disini, ada sebuah aliran sungai yang berfungsi sebagai cadangan air untuk tumbuhan. Itulah sebabnya, mengapa kawasan ini lebih terbilang hijau esoktis dari pada yang sebelumnya.

Disini, wisatawan harus berjalan kurang lebih 3 kilometer menuju ke kawasan selanjutnya. Dan, disini pula bisa merasakan bagaimana sejuknya kawasan ini. serasa di surga. Apalagi, saat panas terik matahari menyengat, berteduh di tempat ini adalah sebuah kewajiban.

Savana Bekol

Sampailah kita di savanna bekol. Dimana, savanna inilah yang dijuluki dengan little Africa. Dimana, kawasan ini memiliki 10.000 hektar atau lebih dari sepertiga kawasan ini. disini, wisatawan akan disuguhi padang rumput serta pemandangan gunung nan esoktis.

Savana bekol memiliki sifat hampir sama dengan hutan musim. Dimana, saat musim penghujan, kawasan ini memiliki pesona hijau nan menawan. Biasanya, di saat musim penghujan ada banyak hewan yang bisa dilihat seperti rusa yang sedang makan rerumputan.

Disarankan, bagi wisatawan yang berkunjung ke sini untuk berhati-hati. Lantaran ini adalah alam bebas. Bisa-bisa bertemu dengan ular atau sekawanan banteng yang sedang datang. Lebih baik, wisatawan berhenti dan biarkan mereka lewat terlebih dahulu. Atau jika, bertemu dengan ular tenang dan jangan panik

Pantai Bama

Sampailah kita di kawasan terakhir dari Taman Nasional Baluran. Pantai ini sangat sepi dan begitu nikmat dijadikan sebagai titik final dari petualangan di taman national baluran. Tetapi, ada satu hal yang harus diperhatikan disini, dengan hadirnya kawanan kera ekor panjang.

Mereka akan mengincar makanan yang akan dibawa oleh sobat native. Makanan bagi mereka seperti uang yang tampak hijau mengkilat untuk kita. Jadi, disarankan untuk tidak memancing kedatangan mereka dengan membawa makanan. Jika, tidak maka kera-kera ini akan datang dan mengambil makanan ini.

Kera disini cukup galak, jadi disarankan lagi untuk berhati-hati. Lebih baik. Menikmati pantai dengan putihnya pasir pantai dan ayunan yang tersedia disini. Apalagi, dengan pohon-pohon yang menjalar dan bisa dijadikan sebagai salah satu spot foto nan menarik.

Dilihat dari segi ombaknya pun tidak begitu kencang. Jadi, wisatawan bisa dengan aman berenang di kawasan ini. hanya jangan terlalu ke tengah ya. Karena, walaupun tidak ganas, yang namanya pantai tetap mempunyai sisi yang mengerikan.

Disini bisa melihat kapal-kapal yang berlalu-lalang dari pelabukan ketapang menuju ke pelabuhan gilimanuk. Sayangnya, wisatawan harus segera keluar dari kawasan ini sebelum jam 3 sore. Karena, di tempat ini tidak ada penerangan dan perjalanan yang harus ditempuh dari pantai bama ke gerbang pintu masuk adalah 2 jam.

Bagi yang enggan untuk pergi dari kawasan ini, bisa menyewa penginapan yang sudah disediakan disini. Untuk harganya beragam mulai dari 200 ribuan. Tetapi, tetap dilihat dari segi waktu, karena, saat musim liburan tiba, harga ini akan naik.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *