Connect with us

Internasional

Sudan Umumkan Keadaan Darurat, 40 Orang Tewas Saat Terjadi Bentrok Antar Suku

Published

on

Share

Reportersatu, Terjadi bentrokan antar suku selama tiga hari di ibu kota Negara bagian El Geneima, sedikitnya 40 orang di nyatakan tewas dan puluhan lainnya terluka saat bentrokan itu terjadi. Karena kejadian ini Pemerintah Sudan mengumumkan keadaan darurat di Darfur Barat.

Insiden itu merupakan yang terbaru dari kekerasan yang kembali bermunculan di Darfur sejak perjanjian perdamaian ditandatangani pada akhir 2020 dan pasukan penjaga perdamaian PBB ditarik dari wilayah itu. Pada Januari, sedikitnya 129 orang tewas dan 108.000 orang masih mengungsi setelah bentrokan serupa terjadi di El Geneina antara anggota suku Masalit dan suku Arab.

loading...

Baca Juga : Pangeran Philip Tutup Usia, Istana Buckingham Berduka

Bala bantuan militer, yang dulu dikerahkan ke kota itu, sebagian besar sudah ditarik, kata penduduk kepada Reuters. Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (5/4), komite keamanan dan pertahanan Sudan mengatakan telah memberi wewenang kepada pasukan untuk mengendalikan situasi dan melanjutkan gerakan pelucutan senjata secara paksa di wilayah tersebut.

Menurut penduduk El Geneina serta buletin keamanan internal PBB, yang dilihat oleh Reuters, ada penggunaan persenjataan berat dan granat berpeluncur roket di sana. Gambar-gambar dan video yang diambil sejumlah warga memperlihatkan gumpalan asap di beberapa kawasan tempat tinggal di kota itu.

“Kota ini penuh dengan penjahat bersenjata dan kami tidak melihat keberadaan militer secara nyata untuk dapat melindungi warga sipil,” kata seorang warga.

Pada Oktober tahun lalu, pemerintah peralihan Sudan menandatangani perjanjian perdamaian dengan beberapa kelompok pemberontak Darfur penentang Presiden Omar al-Bashir, yang digulingkan. Namun, serangan oleh anggota suku Arab Bashir, yang dipersenjatai untuk melawan pemberontak, telah meningkat, demikian pula dengan bentrokan antarsuku.

Sebuah laporan PBB menyebutkan bahwa kelompok-kelompok yang menandatangani perjanjian itu juga mulai merekrut pejuang di seluruh wilayah. Pasukan internasional penjaga perdamaian pada awal tahun ini mulai menarik diri. Pemerintah Sudan mengatakan pasukan penjaga perdamaian gabungan baru, yang diberi mandat berdasarkan perjanjian, akan dapat melindungi warga sipil. Namun, banyak orang di Darfur mengatakan mereka merasa kurang aman.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *