Connect with us

Internasional

Selesaikan Konflik, Pakistan Minta Taliban Terlibat Dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Published

on

Share

Reportersatu, Terkait proses perdamaian Afghanistan, Pakistan mendesak Taliban untuk tetap terlibat. Seruan itu dinyatakan oleh Pakistan setelah Taliban mengatakan akan menghindari pertemuan puncak dengan Afghanistan, sampai semua pasukan asing pergi.

“Mereka mengambil keputusan sendiri tetapi kami akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk meyakinkan mereka bahwa adalah kepentingan nasional mereka untuk tetap terlibat,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi.

Qureshi mengatakan, dia optimistis Taliban akan mendapat manfaat dengan tetap terlibat dalam proses perdamaian. Pakistan ikut membantu memfasilitasi negosiasi AS-Taliban di Doha yang menghasilkan kesepakatan penarikan pasukan AS pada 1 Mei. Pakistan memiliki pengaruh yang cukup besar dengan Taliban.

loading...

Baca Juga : Jepang Kembali ke Status Darurat Covid-19

Qureshi mengaku khawatir kekerasan dapat meningkat jika proses perdamaian tetap menemui jalan buntu. Apabila perdamaian tidak tercapai, maka dapat menjerumuskan Afghanistan ke dalam perang saudara dan menyebabkan eksodus warga Afghanistan.

Penolakan Taliban untuk hadir dalam pertemuan puncak dapat mengacaukan proses perdamaian. Pertemuan puncak tersebut dijadwalkan pada Sabtu (24/4) mendatang di Turki. Melalui pertemuan ini diharapkan para delegasi dapat menciptakan momentum baru menuju penyelesaian politik antara Taliban dan pemerintah Afghanistan. Seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Pakistan menekan Taliban untuk kembali ke meja perundingan.

Menurut para pejabat AS dan Afghanistan, para pemberontak memiliki tempat perlindungan di Pakistan. Namun Pakistan membantah tuduhan tersebut.

Pakistan menampung hampir 3 juta pengungsi Afghanistan. Pakistan sedang membangun pagar di sepanjang perbatasan 2.500 km (1.500 mil) yang disengketakan dengan Afghanistan. Saat ini pembangunan sudah berjalan 90 persen, dan diharapkan akan selesai pada September.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *