Connect with us

Nasional

Selama Periode Larangan Mudik, Pemprov DKI Operasikan Dua Terminal Bus

Published

on

Share

Reportersatu, Selama periode larangan mudik lebaran 2021 berlaku, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan dua terminal bus antar kota antar provinsi (AKAP), Terminal Pulogebang dan Terminal Kalideres tetap beroperasi.

Sebelumnya, Pemprov DKI berencana hanya membuka Terminal Pulogebang di Jakarta Timur dan menutup tiga terminal bus AKAP lainnya selama larangan mudik berlaku.

loading...

“Yang dibuka hanya terminal Pulogebang dan Kalideres,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota Jakarta, Selasa (27/4).

Baca juga : Waspadai Varian Corona India B1617 Yang Diduga Sudah Ada di Indonesia

Namun, menurut Syafrin, setelah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pihaknya membuka Terminal Kalideres. Sebab, pergerakan orang ke wilayah barat juga perlu difasilitasi.

“Dari hasil koordinasi terakhir dengan Kementerian Perhubungan bahwa pergerakan untuk ke wilayah barat itu juga perlu difasilitasi, sehingga letak terminal yang ideal ada di Kalideres,” tuturnya.

Syafrin menegaskan, mobilitas warga selama masa larangan mudik di dua terminal tersebut harus disertai dengan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Diketahui, SIKM merupakan syarat warga melakukan perjalanan dalam negeri selama masa larangan mudik.

SIKM hanya berlaku bagi pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai swasta yang memiliki kepentingan perjalanan dinas. Kemudian, SIKM hanya ditujukan untuk perjalanan dengan keperluan mendesak seperti kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil didampingi oleh satu orang anggota keluarga, hingga kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

“Tentu pada saat bus itu akan berjalan, itu dibekali dengan surat jalan. Bahwa bus ini mengangkut perjalanan yang dikecualikan. Pada saat sampai di lokasi penyekatan, itu petugas kepolisian ketika lihat surat jalan dan dihitung penumpangnya sesuai dengan surat jalan,” jelas Syafrin.

“Bahkan bisa saja dilakukan sampling untuk dites bener enggak yang bersangkutan salah satu penumpang atau seluruhnya dibekali dengan SIKM dari kelurahan,” ujarnya menambahkan.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *