Connect with us

Nasional

Sekolah di Denpasar Menerapkan Sistem Pembelajaran Home Learning Akibat Virus Corona

Published

on

Webp.net Resizeimage (79)
Share

Reportersatu, Pemerintah Kota Denpasar, Bali memutuskan untuk menerapkan sistem pembelajaran home learning. Siswa jenjang pendidikan PAUD hingga SMP yang ada di seluruh Kota Denpasar akan belajar di rumah mulai besok hingga 15 hari ke depan. 

Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona yang saat ini sudah dinyatakan pandemi tersebut. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Wayan Gunawan mengatakan, tak ada yang lebih penting dari kesehatan dan keselamatan siswa. Pihaknya memutuskan mengambil jalan ini tanpa harus mengganggu proses pembelajaran. 

loading...

“Proses belajar tak boleh terhenti sehingga kami ambil langkah kebijakan dengan surat edaran sebagai pedoman dengan nama belajar di rumah. Tapi belajar di rumah,” ujar Wayan Gunawan saat jumpa pers di Pasar Badung, Minggu (15/3).

Dalam massa belajar di rumah dari tanggal 16 sampai 31 Maret ini, kata dia, petugas akan melakukan penyemprotan disinfektan dari sekolah ke sekolah. Dengan demikian saat siswa kembali masuk, sekolah sudah ada dalam keadaan higienis. 

Baca Juga: Tangkis Berita Hoax Terkena virus Corona, Mendagri Tito Karnavian Olahraga Bersama Istri Tercinta

Gunawan menegaskan, sekolah tetap memfasilitasi siswa belajar dan guru juga tetap berada di sekolah. Ia contohkan, hari ini siswa diberikan tugas, kemudian besoknya dikirim. Ia Ingatkan, semua itu akan terus dipantau. 

“Mekanisme diatur sekolah masing-masing sesuai aplikasi yang ada di sekolah misal google classroom, ada e-learning, dan ada juga aplikasi dari Kementerian Pendidikan namanya Rumah Belajar. Di sana sudah lengkap,” jelas Gunawan.

Ia mengingatkan orangtua siswa agar ikut memberi pengarahan terhadap anak-anaknya saat massa belajar di rumah ini. Jangan sampai kebijakan ini disalahartikan kemudian justru mengajak anak-anak mereka liburan. 

“Jangan sampai anak-anak malah diajak berlibur. Bukan begitu maksudnya. Di rumah mereka juga bisa menguatkan pendidikan karakter. Siswa melaporkan apa yang dikerjakan terkait masalah karakter misal bantu orangtua atau tetangga, membersihkan lingkungan rumah. Semua diatur sekolah dan tidak ada istilah proses belajar berhenti,” jelasnya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *