Connect with us

Internasional

Sejak Kudeta Kenaikan Harga Pangan di Myanmar Meresahkan

Published

on

Share

Reportersatu, Myanmar mengalami kekacauan sejak junta militer menggulingkan pemerintah sipil terpilih dan menahan pemimpinnya, Aung San Suu Kyi. Sejumlah unjuk rasa dan aksi pembangkangan sipil ikut melumpuhkan perkenomian negara tersebut.

Program Pangan Dunia (WFP) mengeluarkan pernyataan dari pertengahan bulan Januari ke pertengahan Februari harga beras di Myanmar merangkak naik di atas rata-rata tiga persen. Tapi harga beras naik 25 hingga 35 persen di beberapa kota di Negara Bagian Kachin yang terletak wilayah paling utara di Myanmar.

Baca Juga : Penembakan di Panti Pijat AS Tewaskan 8 Orang Keturunan Asia

loading...

WFP juga mengatakan mulai awal Februari harga ritel minyak sawit di negara itu naik 20 persen. WFP mengatakan kerusuhan yang terjadi sejak bulan lalu berdampak negatif pada rantai pasokan dan pasar Myanmar.

“Ini tanda-tanda awal masalah, terutama bagi masyarakat yang paling rentan yang hidup dari satu piring ke piring berikutnya,” kata Direktur WFP Myanmar Stephen Anderson, seperti dikutip Voice of Amerika, Selasa (16/3).

“Bila tren kenaikan harga ini terus berlanjut ditengah puncak pandemi Covid-19, maka benar-benar memukul keras kemampuan masyarakat yang paling miskin dan rentan untuk menyediakan makanan untuk keluarga mereka,” kata Anderson.

Sementara itu, pemerintah militer Myanmar memperluas darurat militer di seluruh negeri satu hari setelah hari paling mematikan sejak kudeta 1 Februari lalu. Pada Ahad (15/3) lalu, sekitar 50 orang dilaporkan tewas ketika tentara dan polisi melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa di berbagai daerah.

Pada Selasa (16/3), BBC melaporkan awalnya militer mendeklarasikan darurat militer di dua distrik di Yangon, kota terbesar di Myanmar pada Ahad (14/3) kemarin. Setelah pabrik-pabrik China diserang. Lalu darurat militer diberlakukan di sejumlah wilayah lain di Yangon dan Mandalay. Kini pengunjuk rasa dapat diadili di pengadilan militer.

Pengunjuk rasa yakin China mendukung militer Myanmar tapi belum diketahui siapa di balik serangan pabrik-pabrik China akhir pekan kemarin. Sebagian besar korban jiwa dilaporkan di Yangon. 

Sebelumnya Myanmar pernah menjadi lumbung beras utama Asia. Negara itu termasuk di antara negara-negara termiskin di Asia setelah militer melancarkan kudeta pada 1962 dan memberlakukan “jalan swasembada menuju sosialisme.”

Perekonomian Myanmar berkembang pesat setelah militer mulai menarik diri dari kancah politik pada satu dekade lalu. 


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *