Connect with us

Nasional

Satgas Ungkap Kasus Covid-19 di Kudus Mengkhawatirkan

Published

on

Share

Reportersatu, Usai libur lebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah melonjak tajam. Kondisi ini dinilai sangat mengkhawatirkan, Dalam sepekan kasus harian meningkat hingga 30 kali lipat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mencatat bahwa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi daerah terparah terpapar Covid-19 untuk saat ini. Menurut Wiku, pada pekan sebelumnya kasus Covid-19 di Kudus bertambah 26 kasus, namun pekan selanjutnya kasus melonjak hingga mencapai menjadi 929 kasus.

Baca Juga : Stok Vaksin Minim, Program Vaksinasi Tenaga Pengajar Terhambat

loading...

“Kudus mengalami kenaikan kasus positif secara signifikan dalam seminggu, naik lebih dari 30 kali lipat,” kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB Indonesia, Jumat (4/6/21).

Wiku mengatakan, dugaan sementara lonjakan kasus Covid-19 di Kudus disebabkan aktivitas warga tujuh hari usai lebaran.

“Dari kunjungan tersebut didapatkan keadaan ini sebagai dampak dari adanya kegiatan wisata religi berupa ziarah, serta tradisi kupatan yang dilakukan warga Kudus tujuh hari pasca lebaran,” ujarnya.

Tak hanya itu, Wiku menyebut masih banyak Rumah Sakit (RS) di Kudus yang tidak menerapkan zonasi. Sebagaimana diketahui, apabila RS tersebut masuk zona merah atau tingkat keterisian tempat tidur di atas 80 persen, pihak rumah sakit harus mengkonversi minimal 40 persen tempat tidur rawat inap untuk pasien Covid-19, serta mengkonversi minimal 25 persen ICU dari ruang rawat inap.

Selanjutnya, untuk zona kuning alias BOR di atas 60-80 persen, rumah sakit harus mengkonversi minimal 30 persen tempat tidur rawat inap untuk pasien Covid-19, serta mengkonversi minimal 15 persen ICU dari ruang rawat inap.

Sementara untuk zona hijau atau BOR di bawah 60 persen, maka pihak rumah sakit harus mengkonversi minimal 20 persen tempat tidur rawat inap untuk pasien Covid-19, serta mengkonversi minimal 10 persen ICU dari ruang rawat inap.

“Contoh masih ada pasien Covid-19 yang didampingi oleh keluarganya yang keluar masuk RS tanpa skrining,” ujar Wiku.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *