Connect with us

Nasional

Satgas Covid-19 Sebut Kepatuhan Masyarakat Terapkan 3M Semakin Anjlok

Published

on

2020 10 26 19 42 11 11f6c3f3721d68a5f084f0ecb86f1ac6 620x413 Thumb
Share

Reportersatu, Sangat meresahkan semakin hari kepatuhan masyarakat dalam menjalankan 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak yang semakin anjlok. Data Satgas Covid-19 menunjukkan hanya 9% dari 512 kabupaten/kota di Indonesia yang patuh dalam memakai masker. Lebih memprihatinkan lagi yaitu tingkat kepatuhan menjaga jarak kurang dari 4% di seluruh kabupaten/kota.

Hal itu terjadi sejak 28 Oktober 2020 hingga 27 November 2020. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito pun menyimpulkan bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan. Adapun persentase kepatuhan untuk memakai masker saat periode itu hanya 58,32%, dan menjaga jarak sebesar 43,46%.

Wiku mengatakan jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti yang ditunjukkan dalam tiga periode libur panjang, penularan virus corona akan terus meningkat. Apabila pemerintah terus menggencarkan upaya tes dan pelacakan, kasus positif pun bakal terus melonjak.

“Jika seperti itu, sebanyak apapun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi,” ujar Wiku dalam konferensi pers virtual pada Kamis (3/12). Lebih lanjut, Wiku mengatakan kepatuhan masyarakat menjalankan 3M dapat membantu menurunkan penularan virus corona. Berdasarkan studi Yilmazkuday pada 2020, angka kasus positif dan kematian dapat ditekan jika 75% populasi patuh menggunakan masker.

Namun nyatanya, masyarakat semakin tidak patuh menjalankan protokol kesehatan. Hal itu itu pun menyebabkan rekor-rekor baru peningkatan kasus Covid-19. “Penambahan kasus positif harian terus meningkat bahkan menembus lebih dari 8000 kasus. Itu merupakan angka yang sangat besar!” ujar dia.

Penambahan angka kasus yang cukup tinggi itu harus menjadi perhatian bersama karena menunjukkan laju penularan Covid-19 yang masih tinggi. Oleh karena itu, dia berharap masyarakat sadar bahwa Indonesia masih dalam pandemi.

“Mohon masyarakat segera sadar, langkah kecil untuk mencuci tangan secara teratur, dengan memakai masker yang benar, bahkan upaya kecil untuk menjaga jarak satu sama lain sangat berdampak bagi kehidupan banyak umat manusia,” pungkas Wiku


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *