Connect with us

Nusantara

Rohadi Apresiasi KPK atas Peminjaman RS Reysa ke Pemkab Indramayu

Published

on

Share

Reportersatu, Setelah kali kedua pengajuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu terkait Rumah Sakit Reisya Cikedung Indramayu yang merupakan milik terdakwa Rohadi, akhirnya dipinjam pakaikan untuk kepentingan sosial masyarakat Cikedung, Indramayu dan sekitarnya.

Hal ini sejalan dengan keinginan terdakwa Rohadi yang sejak awal membangun rumah sakit tersebut, keberadaan rumah sakit bisa membantu kesejahteraan dan akses masyarakat pada layanan kesehatan.
“Kami sangat mengapreasiasi langkah KPK dan juga Pengadilan Negeri Jakarta Pusaf yang telah menyetujui pinjam pakai RS Reisya kepada Pemkab Indrmayu, dalam hal inj dinas kesehatan untuk memanfaatkan RS Reisya Cikedung bagi penderita COVID 19 di Indramayu,” kata Tim Kuasa Hukum terdakwa Rohadi, Fariz saat dihubungi, Sabtu (29/5/2021).

loading...

Baca Juga : Satgas Bantul Intensifkan Skrining Tingkatkan Penemuan Kasus Covid

Ia juga menyatakan, kliennya yang sejak awal perkara berjalan sangat kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang berlangsung, sangat berharap RS Reisya yang dibangunnya bisa membantu masyarakat terutama saat pandemi seperti saat ini.

Bupati Pemkab Indramayu Hj. Nina Agustina SH MH CRA, menyatakan paska persetujuan KPK atas pinjam pakai, diharapkan RS Reisya dapat memberikan manfaat pada masyarakat sekitarnya.
“Kedepannya, saya harap masyarakat bisa menjaga kondisi rumah sakit ini. Sayang, saat ini ada beberapa bagian yang sudah dipreteli,” kata Nina. Peruntukkanya, menurut Nina, akan tetap sebagai pusat layanan kesehatan.

“Ya memang harus ada yang diperbaiki dahulu. Dan kita harus jaga, sesuai dengan pesan KPK,” ucapnya.
Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebutkan persetujuan peminjaman oleh Pemkab Indramayu tersebut didasari pada pertimbangan sosial.

“Penyerahan RS Reysa untuk dikelola Pemkab Indramayu sesuai dengan putusan Ketua Majelis Hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 04/Pid.Sus/TPK/2021/PN.Jkt.Pst tanggal 19 April 2021,” kata Ali Fikri pada awak media.
Ketua Tim Penyidik KPK, MuhammadAl Asri Irwan yang menyerahkan rumah sakit kepada pihak Pemkab Indramayu, yang diterima secara simbolik oleh Bupati Indramayu menyatakan status RS Reisya saat ini adalah pinjam pakai.

“Untuk sementara kita pinjam pakaikan ke Pemkab Indramayu. Yang sesuai dengan pengajuan pemda akan dipakai. Misalnya, sebagai tempat karantina bagi pasien Covid-19. Intinya bisa mashlahat untuk masyarakat Indramayu,” kata MuhammadAl Asri Irwan usai mengecek langsung kondisi bangunan rumah sakit milik mantan panitera PN Jakarta Utara Rohadi.

Ia menjelaskan KPK menyerahkan aset Rohadi yang saat ini menjadi barang bukti tesebut, dititipkan untuk dirawat, dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
”Silakan manfaatkan untuk kepentingan masyarakat Indramayu. Statusnya pinjam pakai sambil menunggu proses lebih lanjut. Untuk kedepannya belum ketahuan mau bagaimana. Menunggu hasil sidang saja. Tapi secara aturan, rumah sakit ini bisa saja menjadi milik negara melalui proses pelelangan,” tegasnya. (Ian)


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *