Connect with us

Internasional

Republik Demokratik Kongo Umumkan Berakhirnya Wabah Ebola

Published

on

Share

Reportersatu, Republik Demokratik Kongo mengumumkan berakhirnya wabah Ebola yang menginfeksi 12 orang di provinsi timur Kivu Utara dan menewaskan enam dari mereka, Senin (3//2/21). Badan amal medis internasional Doctors Without Borders menyatakan, wabah itu diatasi dengan menggunakan vaksin Ebola dari Merck yang sudah diberikan kepada lebih dari 1.600 kontak pasien dan kontak lanjutan.

“Saya dengan senang hati mengumumkan akhir dari epidemi penyakit virus Ebola ke-12 di Provinsi Kivu Utara,” kata Menteri Kesehatan, Jean-Jacques Mbungani, dikutip dari Aljazirah.

Kasus-kasus tersebut secara genetik terkait dengan epidemi Ebola 2018-2020 yang menewaskan lebih dari 2.200 orang. Gejolak terbaru ini merupakan yang ke-12 di Kongo sejak penyakit itu pertama kali diidentifikasi pada 1976.

loading...

Baca Juga :Badai Covid Kian Mengganas, AS Imbau Warganya Tinggalkan India

Wabah itu muncul kembali pada 3 Februari di kota Butembo dengan kematian seorang perempuan yang suaminya tertular virus dari wabah sebelumnya. Virus dapat tetap berada dalam cairan tubuh tertentu, termasuk air mani, dari pasien yang telah sembuh dari penyakitnya, meskipun mereka tidak lagi memiliki gejala penyakit yang parah.

“Terlepas dari konteks keamanan dan pandemi Covid-19, kecepatan dan efisiensi respons yang diberlakukan oleh pemerintah dan mitranya memungkinkan untuk mengalahkan pandemi ini dalam waktu kurang dari tiga bulan,” kata Mbungani.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, respons tersebut seringkali terhambat oleh ketidakamanan yang disebabkan oleh kelompok bersenjata dan kerusuhan sosial yang membatasi pergerakan petugas kesehatan. “Penghargaan besar harus diberikan kepada petugas kesehatan lokal dan otoritas nasional atas tanggapan yang cepat, keuletan, pengalaman dan kerja keras yang dapat mengendalikan wabah ini,” kata direktur regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti.

Moeti mengingatkan, meski wabah telah berakhir, seluruh elemen harus tetap waspada untuk kemungkinan kebangkitan kembali. “Pada saat yang sama menggunakan keahlian yang berkembang dalam tanggap darurat untuk mengatasi ancaman kesehatan lain yang dihadapi negara ini,” ujarnya.

Penyakit virus yang sangat ditakuti ini dapat menyebabkan perdarahan internal dan kegagalan organ. Ebola menewaskan sekitar 11.000 orang di Afrika Barat antara 2013 dan 2016. 


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *