Connect with us

Internasional

Puluhan Warga Sipil Tewas Dalam Serangan Sekelompok Teroris di Kota Palma

Published

on

Share

Reportersatu, Puluhan warga sipil tewas dalam serangan di kota utara Palma pekan ini. Korban tewas termasuk tujuh orang yang konvoi kendaraannya disergap ketika mereka berusaha melarikan diri.

Juru Bicara pasukan pertahanan dan keamanan negara, Omar Saranga mengatakan, bahwa ratusan orang lainnya yang terdiri dari penduduk lokal dan asing diselamatkan dari Palma. Wilayah itu merupakan pusat logistik untuk proyek gas internasional di provinsi Cabo Delgado.

“Sekelompok teroris menyelinap ke Palma dan melancarkan aksi yang mengakibatkan pembunuhan secara pengecut terhadap puluhan orang yang tak berdaya,” ujar Saranga seperti dikutip laman Aljazirah, Senin (29/3/21).

Baca Juga : Tentara Myanmar Tembaki Kerumunan Warga Saat Upacara Pemakaman

Jumlah pasti orang yang terluka dan terbunuh masih belum terdata dengan pasti. Sedangkan sebagian besar komunikasi dengan Palma terputus. Kota berpenduduk sekitar 75 ribu orang ini sebelumnya menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang yang melarikan diri dari ketidakamanan dan kekerasan yang semakin meningkat di tempat lain di provinsi tersebut.

loading...

Para penyerang menyerang Palma pada Rabu (24/3) dalam serangan yang tampaknya terkoordinasi dari beberapa arah. Human Rights Watch mengatakan para penyerang tanpa pandang bulu menembak warga sipil di rumah mereka dan di jalanan. Para saksi mengatakan banyak jasad di jalanan, beberapa di antaranya dipenggal.

Banyak penduduk lari ke hutan tropis lebat di sekitar kota untuk menghindari kekerasan. Namun beberapa ratus pekerja asing dari Afrika Selatan, Inggris dan Prancis berkumpul di hotel-hotel yang dengan cepat menjadi sasaran serangan pemberontak.

Diperkirakan 200 pekerja asing berada di Hotel Amarula. Pada Sabtu, sekelompok dari para pekerja asing mencoba melarikan diri dengan 17 kendaraan melaju bersama untuk mencoba mencapai pantai. Mereka  berharap bisa diselamatkan, tetapi konvoi mereka diserang tembakan hebat.

“Pasukan pertahanan dan keamanan mencatat hilangnya tujuh nyawa dari sekelompok warga yang meninggalkan hotel Amarula dalam konvoi yang disergap oleh teroris,” kata Saranga.

Tim dari Organisasi Internasional untuk Migrasi, Laura Tomm-Bonde mengatakan, banyak warga sipil yang berupaya melarikan diri dari ketidakamanan dan kekerasan. “Laporan awal menunjukkan bahwa penduduk sipil telah melarikan diri dari Palma ke segala arah, beberapa sampai ke Tanzania, sementara yang lain bergerak ke selatan di Cabo Delgado ke daerah-daerah seperti distrik Nangade, Mueda dan Pemba,” ujarnya.

Beberapa penduduk melarikan diri ke semenanjung, rumah dari proyek gas bernilai miliaran dolar yang sedang dibangun oleh Total Prancis dan perusahaan energi lainnya. Dalam tiga hari terakhir, pasukan pemerintah memprioritaskan penyelamatan ratusan warga lokal dan warga negara asing. Saranga mengatakan, bahwa pasukan keamanan sedang berusaha untuk melumpuhkan beberapa kantong perlawanan.

Pertempuran di Palma menyoroti krisis militer dan kemanusiaan di Mozambik utara. Di sana, kampanye bersenjata selama tiga tahun oleh kelompok bersenjata bayangan telah membuat sekitar 670 ribu orang mengungsi. Menurut badan pengumpul data Lokasi Konflik Bersenjata dan Data Peristiwa (ACLED) yang berbasis di AS, kekerasan yang memburuk telah menewaskan sedikitnya 2.600 orang, setengah dari mereka adalah warga sipil.

Para milisi tersebut dikenal secara lokal sebagai al-Shabab, meskipun mereka tidak memiliki hubungan  dengan kelompok bersenjata Somalia yang memiliki nama sejenis. Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Ahad bahwa pihaknya terus memantau situasi mengerikan di Palma.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *