Connect with us

Internasional

Puluhan Orang di Kanada Mengidap Penyakit Otak Misterius

Published

on

Share

Reportersatu, Puluhan orang di kanada di laporkan mengidap penyakit otak misterius dengan gejala hilang ingatan, halusinasi dan atrofi otot atau kejang. Menurut laporan The Guardian, para pejabat memberi tahu dokter di provinsi New Brunswick bulan ini bahwa pihaknya tengah memantau 43 kasus penyakit saraf yang tidak diketahui penyebabnya.

Kasus pertama diidentifikasi pada tahun 2015. Lalu pada 2019 ada 11 kasus, dan 24 kasus pada tahun 2020. Berdasarkan laporan media, peneliti percaya lima orang telah meninggal karena penyakit itu.

Badan kesehatan masyarakat setempat juga meminta dokter mewaspadai gejala yang mirip dengan penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD), penyakit otak fatal yang disebabkan oleh protein yang salah bentuk dikenal sebagai prion.

loading...

Baca Juga : Makin Tak Kondusif, Pemerintah Norwegia Segera Pulangkan Warganya dari Myanmar

“Kami tidak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa ini adalah penyakit prion,” kata ahli saraf yang memimpin investigasi New Brunswick, Alier Marrero.

Beberapa gejala termasuk kehilangan memori, masalah penglihatan, dan gerakan abnormal memicu peringatan jaringan pengawasan CJD Kanada.

Ia menambahkan pasien awalnya hanya mengeluh nyeri, kejang dan perubahan perilaku. Gejala itu juga dapat didiagnosis sebagai kecemasan atau depresi. Namun selama 18 hingga 36 bulan pasien mulai mengalami penurunan kognitif, pengecilan otot, air liur dan gigi bergemelutuk. Beberapa di antaranya mengalami halusinasi menakutkan termasuk perasaan serangga merayap di kulit mereka.

Melansir CBC News, selain CJD, gejala itu juga mirip dengan beberapa variannya, seperti penyakit sapi gila, atau bovine spongiform encephalopathy. Untuk mengesampingkan kemungkinan penyebab lain seperti demensia, penyakit neurodegeneratif, gangguan autoimun, dan kemungkinan infeksi, tim Marrero melakukan studi ekstensif tentang riwayat pasien.

Tim juga melakukan serta serangkaian tes termasuk pemindaian otak, tes metabolik dan toksikologi, dan keran tulang belakang.

“Kami belum pernah melihat selama lebih dari 20 tahun terakhir sekelompok penyakit neurologis yang tahan diagnosis seperti ini,” tutur Kepala Pengawasan CJD Kanada, Michael Coulthart.

Mayoritas kasus telah dikaitkan dengan semenanjung Acadian, wilayah berpenduduk minim di bagian timur laut New Brunswick, yang memiliki populasi kurang dari 800.000 jiwa.

Seorang peneliti di University of Alberta, Valerie Sim, mengatakan para ahli tidak benar-benar tahu apakah pasien memiliki sindrom tertentu.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *