Connect with us

Nasional

Polri: Indonesia Harus Tetap Kuat dan Jadi Rolemodel Negara Lain

Published

on

Polri Indonesia Harus Tetap Kuat Dan Jadi Rolemodel Negara Lain
Share

Reportersatu, Juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Covid-19 sebagai pandemi maka seluruh negara mulai berhati-hati termasuk indonesia.

Bahkan, sejumlah negara di dunia seperti, Denmark dan Amerika serikat telah menetapkan kebijakan lokdown guna mencegah terhadap penyebaran virus corono (Covid -9) tersebut.

Baca Juga : Presiden Jokowi Telah Memutuskan Anggota ISIS Eks WNI Tidak Lagi Menjadi Tanggung Jawab Negara

Karopenms Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol, Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Polri dalam hal ini terus memberikan edukasi terhadap masyarakat.

“Artinya tak menakut – nakuti sesuatu hal yang tak diinginkan di masyarakat, kita bersama massa dan bersama yang lain, untuk jaga, agar kita tetap berada di zona aman, nyaman dalam hadapi pandemi corona di semua dunia ini,” kata Argo di Mabes Polri Jakarta Selatan, Senin, (16/03).

Kendati demikian, indonesia lanjut Argo, tetap menjadi negara yang rolemodel bagi negara – negara lain, dalam menghadapi adanya wabah Covid-19 sebagai pandemi tersebut.

“Kita mengharapkan tetap kuat negara ini dan jadi rolemodel untuk negara lain,” tandasnya.

Baca Juga : Pesawat Buatan Anak Bangsa Memiliki Pasar Internasional

Sebelumnya, dalam pemaparan rilis harian, juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Covid-19 sebagai pandemi maka seluruh negara mulai berhati-hati. 

Di satu sisi, untuk mencegah penyebaran yang lebih masif sejumlah negara menetapkan kebijakan lockdown seperti Denmark dan sejumlah wilayah di Amerika serikat.

“Ini untuk mengendalikan sebaran pandemik. Di-lockdown agar tidak ada pergerakan orang sakit keluar atau keluar-masuk,” kata dia.

Tapi, ada konsekuensi yang tak mudah dari kebijakan lockdown tersebut.

“Bisa saja kasus di situ naik dengan cepat. Pengalaman kapal Diamond Princess begitu lockdown, naik dengan cepat jumlahnya (positif Covid-19) karena enggak bisa kemana-mana, yang sakit dan enggak sakit campur jadi satu,” katanya.

Baca Juga : Drone Elang Hitam Milik Indonesia Siap Terbang Laut Natuna dari Cina

“Kami sudah koordinasi dalam waktu dekat akan ada rapat di tingkat menteri. Kemenko PMK untuk koordinasi bagaimana status bebas visa dan sebagainya, untuk membatasi pergerakan orang, karena faktor pembawa penyakit ini manusianya,” imbuh Yuri. (Gomes)


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *