Connect with us

Peristiwa

Polisi Ungkap Belasan Terduga Teroris JAD Dari Makassar Ternyata Anggota FPI

Published

on

988214 720 (1)
Share

Reportersatu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam menyebut hampir seluruh terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulsel yang ditangkap di Kota Makassar dan akan di pindahkan ke Jakarta merupakan anggota dan simpatisan Front Pembela Islam (FPI). 

Belasan tersangka teror itu akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Jakarta oleh penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Kamis siang.

“Jadi semuanya yang ditetapkan tersangka dan dibawa ke Jakarta untuk penanganan lebih lanjut oleh Densus ini juga tercatat sebagai anggota FPI Kota Makassar,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes E Zulfan, Kamis (4/2/21).

loading...

Baca Juga : Jadi Tersangka, Eks Dirut Siap Bantu Bongkar Patgulipat Megakorupsi ASABRI

Menurutnya, hal itu terungkap selama proses pemeriksaan terhadap para tersangka teroris yang dilakukan di wilayah Sulsel. Oleh sebab itu, tim Densus 88 akan melanjutkan pemeriksaan intensif di Jakarta.

Tercatat sebelumnya, ada 20 anggota teroris yang ditindak Densus 88 pada 6-7 Januari 2021. Beberapa di antaranya ditembak mati oleh polisi karena melawan. “Sisanya diamankan dan diperiksa sesuai kewenangan Densus,” tambah dia.

Dalam hal ini, Kabagpenum Polri Kombes Ahmad Ramadhan sempat menjelaskan bahwa jaringan teror yang diringkus itu tergabung dalam JAD dan telah melakukan baiat kepada khilafah atau ISIS pada 2015 di Pondok Pesantren Ar-ridho, pimpinan Ustaz Basri.

Keterangan polisi pada Januari lalu menyebutkan para terduga teroris itu terlibat dalam aksi pengeboman sebuah gereja di Jolo, FIlipina pada 2019. Menurutnya, mereka menjadi penyokong dana bagi aksi teror itu.

Mereka pun turut membantu buronan Andi Baso yang turut beraksi dengan mengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu.

Seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang terorisme dengan ancaman hukuman seumur hidup.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *