Connect with us

Peristiwa

Polisi Tetapkan Cynthiara Alona Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Prostitusi Online

Published

on

Share

Reportersatu, Terlibat dalam bisnis prostitusi online yang menjadikan anak di bawah umur sebagai korban akhirnya Artis Cynthiara Alona beserta dua orang lainya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam perkara ini, Alona terlibat dalam bisnis prostitusi itu bersama dengan dua tersangka lain berinisial DA selaku muncikari dan AA selaku pengelola hotel. Diketahui, bisnis ini berjalan di hotel milik Alona.

“Kami sudah interogasi, sudah diperiksa, sudah di-BAP ketiganya ditetapkan tersangka dilakukan penahanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (19/3).

loading...

Yusri menerangkan bahwa pihak Alona menjadi tersangka lantaran membiarkan kegiatan prostitusi online terjadi di hotel miliknya. Hal itu dilakukan guna menutupi operasional hotel dan bisnis.

Penyidik pun kini tengah mengejar muncikari-muncikari lain yang terlibat dalam prostitusi online ini. Pasalnya, saat penggeledahan ditemukan 30 kamar terisi dengan anak-anak di bawah umur.

Dari keseluruhan itu, ada 15 anak dibawah umur yang menjadi korban usaha prostitusi online itu. “Korban ada 15 orang, semuanya anak di bawah umur, rata-rata umur 14 sampai 16 tahun. Ini yang jadi korban,” kata Yusri.

Saat ini, belasan anak itu telah dititipkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani di bawah naungan Kementerian Sosial.

Para korban semula dijanjikan pekerjaan oleh para tersangka. Kemudian, mereka ‘dijajakan’ kepada para pria hidung belang melalui aplikasi Michat. Tarif mereka pun dipatok beragam, mulai dari Rp400 ribu hingga Rp1 juta.

Pengungkapan kasus ini pun mendapat reaksi tajam dari berbagai pihak. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menyatakan telah memerintahkan jajarannya untuk menutup hotel milik artis Alona tersebut.

Hotel tersebut pun diklaimnya sudah beroperasi 2018 lalu dan mendapat izin dari pemerintah pusat. Dia pun berharap agar perintah penutupan hotel itu dapat segera dilakukan pasca koordinasi dengan polisi.

“Tadi saya barusan koordinasi juga. Ini kan baru diambil alih Polda Metro. Tapi saya perintahkan untuk ditutup, karena itu melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang larangan prostitusi,” kata¬†Arief.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *