Connect with us

Nasional

Polisi Sebut Tersangka Penista Agama Terancam Dideportasi Dari Jerman

Published

on

Share

Reportersatu, Polri menyatakan tersangka kasus dugaan penistaan agama Jozeph Paul Zhang terancam dideportasi dari Jerman setelah red notice terhadap dirinya sudah diterbitkan oleh Interpol.

Saat ini pihak kepolisian telah mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama JPZ sebagai dasar penerbitan red notice oleh interpol.

“Ada ya (deportasi), jadi kemungkinannya kuncinya setelah red notice dikeluarkan, tentunya akan dikomunikasikan dengan Pemerintah setempat. Pemerintah negara dia tinggal, di Jerman,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers, Selasa (20/4/21).

Baca Juga : Polisi Resmi Tetapkan Jozeph Paul Zhang Sebagai Tersangka Penodaan Agama

loading...

Selain dideportasi dari Jerman, Ramadhan menyampaikan, penyidik bisa menjemput JPZ di Jerman.

“Bisa, bisa dideportasi oleh KBRI Berlin di Jerman, dan tentunya penyidik bisa menjemput ke sana,” kata Ramadhan.

Namun, Ramadhan meminta masyarakat untuk bersabar. Sebab, proses penyidikan kasus JPZ membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Sekali lagi, kita menunggu saja, karena proses yang dilakukan oleh penyidik itu tidak langsung, tetapi melalui set NCB Interpol Indonesia, dan dikomunikasikan langsung ke Interpol yang berada di Kota Lion, Prancis,” ujar Ramadhan.

“Itu mekanismenya, dan ini membutuhkan waktu, bisa seminggu atau lebih ya. Kita menunggu saja,” lanjutnya.

Sebelumnya Polri telah menetapkan Jozeph Paul Zhang (JPZ) alias Shindy Paul Soerjomoelyono (SPS) sebagai tersangka pelaku ujaran kebencian dan penodaan agama. Jozeph terancam 5 tahun penjara.

“Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka. Dalam hal ini, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menetapkan dua pasal sekaligus terhadap yang bersangkutan, yakni pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama dan pasal 28 ayat 2 UU ITE dengan ancaman 5 tahun penjara,” kata Ramadhan.

Ramadhan melanjutkan, berdasarkan hasil koordinasi Atase Polri dengan KBRI di Jerman, JPZ masih berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Tidak ada permohonan pergantian kewarganegaraan dari yang bersangkutan.

“Hasil koordinasi Atase Polri dengan KBRI di Jerman, data imigrasi dan informasi sejak 2017 hingga bulan April 2021 tidak terdapat nama JPZ dalam data WNI yang akan mengganti kewarganegaraan,” kata Ramadhan.

Dengan adanya data tersebut, JPZ yang masih berstatus WNI memiliki hak dan kewajiban mengikuti aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Artinya JPZ masih berstatus WNI dan memiliki hak dan kewajiban mengikuti aturan hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Ramadhan.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *