Connect with us

Nusantara

Hoax!! Polemik Yang Sedang Ramai di Publik, Soal Sperma di Kolam Renang Bisa Bikin Hamil

Published

on

Webp.net Resizeimage (32)
Share

Reportersatu, Polemik yang sedang ramai di publik oleh pernyataan salah satu komisioner Komisi Perlindungan Anak KPAI Sitti Hikmawatty, mendapat tanggapan publik seolah menjadi kemunduran berpikir pejabat publik kita.

Sebelumnya Sitti Hikmawatty mengatakan bahwa pemikirannya yang didapat dari jurnal di luar negeri. “Pertemuan yang tidak langsung misalnya ada sebuah mediasi di kolam renang. Ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat, walaupun tidak terjadi penetrasi tetapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma dapat berindikasi hamil. Kalau perempuannya sedang fase subur itu bisa saja terjadi”, kata Sitti kepada media.

Kontan, pernyataan ramai dan menjadi viral di publik. Beragam komentar pun bermunculan, lebih banyak menyayangkan kualitas pernyataan pejabat publik yang sulit dipertanggungjawabkan itu, karena sejak ratusan abad lalu, bahkan sejak Nawangwulan mandi di telaga dan ketemu Jaka Tarub sampai kini zaman modern belum pernah ditemukan kasus perempuan hamil karena berenang.

Alisa Wahid, Putri Presiden Abdurrahman Wahid dalam akun twitter mengomentari kualitas anggota KPAI ini dengan menyebut, dengan mempertanyakan kualitas seleksi untuk menjadi komisioner KPAI.

“Ada banyak hal di otak saya saat membaca seorang komisioner KPAI, pejabat publik yang dipilih melalui pansel, berpendapat seperti ini. (1) Ini efek Pendidikan Kespro (Kesehatan Reproduksi, red) yang selama ini (2) Proses seleksi KPAI bagaimana (3) Kebijakan KPAI ini bagaimana ya?” tulisan Alissa di akun Twitternya.

Webp.net Resizeimage 33

Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Bersatu, Dr. James Allan Rarung SpOG, yang juga dokter spesialis kandungan pada Rumah Sakit TNI AD Manado, mengatakan pernyataan itu mirip hoax. Walaupun sepertinya didapat sumber ilmiah, tetapi belum pernah ada yang membuktikan hal itu terjadi.

“Sperma cepat mati jika berada di luar, kecuali dalam media percobaan yang direkayasa mirip kondisi organ kewanitaan. Dan media itu bukan air seperti di kolam renang,” katanya dalam satu wawancara dengan Radio El Shinta di Jakarta Minggu (23/2/20).

Susanto ketua KPAI mengatakan pihaknya akan mengusut kebenaran pernyataan komisionernya tersebut. “Narasi berita tersebut menimbulkan kontroversi di media sosial dan masyarakat. Mengenai kebenaran narasi tersebut, kami akan konfirmasi kepada yang bersangkutan,” katanya.

Memang tidak kali ini saja Komisioner Sitti Hikmawatty membuat gempar. Sebelumnya, ia pernah membuat geger setelah mengkritisi seleksi, PB DJarum dalam audisi anak-anak untuk atlet-atlet bulu tangkis Indonesia.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *