Connect with us

Peristiwa

Polda Metro Imbau Masyarakat Agar Berhati-hati dalam Sebarkan Berita Hoax Corona

Published

on

Polda Metro Imbau Masyarakat Agar Berhati Hati Dalam Sebarkan Berita Hoax Corona
Share

Reportersatu, Seluruh masyarakat diimbau untuk berhati – hati dan bijak, dalam menyampaikan informasi terkait pemberitaan hoax dalam kasus corona virus (Covid-19) melalui media sosial (Medsos), disaat pemerintah tengah gencar menagani wabah Covid-19 yang terjadi secara Pandemi belakangan ini.

Pasalnya, Polda Jetro Jaya melaui Ditreskrimsus, terus memantau pemberitaan-pemberitaan di media sosial melalui media siber yang milikinya saat ini.

Baca Juga : Antisipasi Corona, Kadin Pangan DKI Sediakan Stock 351 Ton Lebih Beras

Bahkan, tindakan tegas akan diambil petugas, apa bila masyarakat atau para pelaku yang ingin menyebarkan berita bohong terkait virus corona (Covid-19) baru tersebut.

“Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap penyebar berita bohong,” tegas Kombes Iwan saat menggelar press release kasus hiax corona virus di Mapolda Metro Jaya, Senin, (30/03).

Untuk diketahui sebelumnya, Polda Metro Jaya, bersama jajarannya, berhasil mengungkap kasus penyebar berita hoax terkait kasus virus corna (Covid-19) baru, sebanyak 43 kasus yang terdapat di wilayah kekuasaannya.

loading...

Bahkan, Polda Metro Jaya, tak tinggal diam, dan terus memburu terhadap para pelaku, yang coba – coba menyebar hoax, terkait virus corona baru, disaat indonesia tengah dilanda Covid-19 Pandemi ini.

“Kepolisian akan terus giat menangkap pelaku, yang bermain-main menyebarkan berita hoax, di saat situasi menghadapi covid 19. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya kemarin,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/03).

Dari 43 kasus hoax yang diungkap itu, kata Yusri hanya 3 yang akan dirilis pihaknya saat ini. Pertama, adalah penyebar hoax adanya lock down yang dilakukan oleh seorang tersangka di Jakarta Timur berinisial AOI.

“Penyebaran berita hoax terkait isu lockdown dengan judul ‘DATA TOL YANG DITUTUP ARAH DKl JAKARTA’ dengan mencantumkan logo Polda Metro Jaya dan logo Fungsi Biro Operasional Kepolisian informasi disebar pada 23 Maret 2020,” tambahnyam

Baca Juga : Jokowi Pimpin Rapat Lewat Telekonferensi Terkait Penanganan Pandemi Corona

Setelah dilakukan penelusuran oleh Subdit IV Tipid Siber Polda Metro Jaya, kemudian ditemukan bahwa yang melakukan penyebaran pertama kali adalah pemilik nomor 083822665158 yang kemudian diketahui bahwa nomor tersebut adalah milik dan/atau atas tersangka AOI.

Kedua, viral rekaman video yang menginformasikan bahwa seolah-olah telah adanya korban oleh virus corona di PGC yang membuat resah masyarakat.

“Setelah dilakukan penelusuran dan penyelidikan ditemukan bahwa yang merekam dan menyebarkan pertama kali adalah tersangka seorang karyawati berinisial A. Tersangka membuat rekaman video berdurasi 20 detik,” terangnya.

Kemudian pada kasys ketiga, ditemukan adanya konten pada media sosial yang mengandung berita hoax terkait penyebaran virus corona di Bandara Soekarno Hatta yang pertama kali dimuat pada tanggal 27 Januari 2020 lalu.

Dimana tersangka memuat hoax dengan menulis kalimat yang berbunyi ‘Virus Corona Masuk Soekarno Hatta’. Tak hanya tulisan kalimat tersangka juga kata Yusri menyertakan gambar/foto terkait adanya seorang wanita yang terbaring di area Terminal Bandara Internasional Soekarno Hatta yang dilakukan tersangka R.

Baca Juga : KPK Sebut Tata Kelola BPJS Kesehatan Berpotensi Merugikan Keuangan Negara

“Hasil penyelidikan ditemukan fakta bahwa kejadian pada foto tersebut sesungguhnya adalah kejadian pada tanggal 26 Februari dimana wanita yang ada di dalam foto tersebut mengalami gagal jantung, pada saat akan berangkat menuju Jeddah Arab Saudi untuk melaksanakan Umrah,” paparnya.

Atas perbuatan itu ketiga tersangka ini dijerat dengan pasal 28 ayat (1) Jo pasal 45A ayat (1) dan/atau pasal 32 ayat (1) Jo pasal 48 ayat (1) dan/atau pasal 35 Jo 51 ayat (1) UndangUndang Nomor.19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor.11 tahun 2008 tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (Gomes)


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *