Connect with us

Nasional

Polda Metro Bakal Tindak Tegas Terhadap Penyebar Hoax Virus Corona dimedsos

Published

on

Polda Metro Bakal Tindak Tegas Terhadap Penyebar Hoax Virus Corona Dimedsos
Share

Reportersatu, Polda Metro Jaya, bakal tidak tegas, terhadap penyebar hoax terkait virus corona yang menggunakan media sosial ( Medsos).

Hingga saat ini, Polda Metro Jaya, dengan intens menyelidiki terhadap penyebar hoax virus corona (Covid-19), yang meresahkan masyarakat belakangan ini.

Baca Juga : Memkominfo, Menteri BUMN dan Kepala Bapennas Negatif Corona

“Kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan, bila ditemukan berita hoax yang dapat meresahkan masyarakat, akan di lakukan penindakan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/03).

Guna meminimalisir terhadap penyebar hoax virus corona melalui media sosial tersebut, Polda Metro Jaya, jelas Yusril, akan terus berkoordinasi dengan tim Cyber Mabes Polri dalam melakukan patroli di media sosial.

loading...

“Saat ini di beberapa Polda sudah ditemukan beberapa berita hoax dan sudah dilakukan penindakan,” terangnya.

Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, hingga saat ini, terdapat 22 kasus hoax terkait virus corona baru yang tengah ditangani pihaknya saat ini.

Baca Juga : KPK Jarang OTT, DPR: Pemberantasan Korupsi Sukses

Bahkan, dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 22 orang telah ditetepkan sebagai tersangka dalam kasus yang ditangani oleh Bareskrim Polri dan juga jajaran Polda dan Polres yang terdapat di tanah air.

“Polda Kaltim 2 tersangka, Polres Bandara Soeta, Polda Metro Jaya 1 tersangka, Polda Kalbar 4 tersangka, Polda Sulawesi Selatan 2 tersangka, Polda Jabar 3 tersangka, Polda Jateng 1 tersangka, Polda Jatim 1 tersangka, Polda Lampung 2 tersangka, Polda Sultra 1 tersangla, Polda Sumatera Selatan 1 tersangka, Polda Sumut 1 tersangka dan Bareskrim 3 tersangka,” kata Kombes Asep, Di Mabes Polri, Kakarta Selatan, Selasa, (17/03).

Dari jumlah tersangka ini, lanjut Asep, hanya satu tersangka di tahan, yang kasusnya  diproses di Polres  Ketapang, Polda Kalimantan Barat. 

“Pertimbangan yang bersangkutan dianggap penyidik tidak kooperatif, serta jarak tempat tinggalnya sangat jauh dari Polres,” tuturnya.

Tentunya, ada juga beberapa alasan lain terkait penahanan satu tersangka tersebut, yaitu, pertama dikhwatirkan tersangka melarikan diri, kedua, dikhawatrikan tersangka mengulangi perbutanya, ketiga dikhawatirkan merusak barang bukti.

Baca Juga : Dr. Mundiharjo Memberikan Jaminan Jamkesmas Pada Masyarakat

“Alasan subjektif ini menajdi pertimbangan dari penyidik melakukan itu,” tutupnya. (Gomes)


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *