Connect with us

Nusantara

Pj Gubernur Kalsel Tinjau Kesiapan RSUD Percepat Vaksin Untuk Nakes

Published

on

Share

Reportersatu, Pj Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, M. Muslim berkunjung ke RSUD Ulin Banjarmasin terkait vaksinasi kepada Tenaga kesehatan (Nakes).

Selain memantau kesiapan vaksinasi, Safrizal yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, HM Muslim, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, juga Dirut RSUD Ulin, Hj Suciati juga melakukan proses vaksinasi.

Safrizal melakukan vaksinasi sesuai prosedur yang sudah diterapkan, mulai dari pendaftaran hingga pengecekan kesehatan. Menurutnya, kekompakan pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk menyukseskan program vaksinasi demi membebaskan masyarakat dari pandemi Covid-19.

loading...

“Pemerintah pusat menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah agar vaksinasi Covid-19 dapat segera rampung. Ini saya lakukan di daerah saya, Kalsel. Arahan Presiden Joko Widodo ditargetkan program vaksinasi dapat selesai pada 2021. Untuk vaksinasi nakes, tahap pertama ditargetkan selesai Februari 2021 ini,” kata Safrizal.

Oleh karena itu, kata Safrizal, dirinya sebagai perpanjangan tangan pemerintah melakukan langkah langkah strategis untuk kelancaran dan keamanan distribusi, pelaksanaan vaksinasi termasuk vaksinator, hingga pasca vaksinasi dilakukan. “Kita harus benar-benar fokus pada kesiapan infrastruktur vaksinasi, sarana prasarana, target vaksinasi hingga mitigasinya,” tambahnya.

Kepala daerah, kata Safrizal, diharuskan melakukan penggunaan sebagian (earmarking) dana alokasi umum atau dana bagi hasil (DAU/DBH) untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 di daerah.

Hal ini sesuai dengan arahan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 30/KM.07/2020 bahwa daerah dapat membantu program vaksinasi dari dana DAU/DBH untuk vaksinasi minimum 4%. Pemerintah memperkirakan anggaran program vaksinasi Covid-19 mencapai Rp73 triliun hingga Rp74 triliun.

Safrizal juga menghimbau agar masyarakat tidak perlu takut dengan vaksinasi Covid-19, karena sama seperti vaksin pada umumnya dan sudah teruji secara klinis.

“Tidak terasa (sakit) sama sekali. Jadi nanti jika sudah tiba waktu vaksinasi umum, masyarakat bisa mendatangi tempat-tempat pendaftaran. Jangan takut, ini demi kesehatan kita semua,” imbuhnya.

Dalam hitungan pemerintah, sekitar 182 juta masyarakat Indonesia harus mengikuti program vaksinasi Covid-19 untuk mencapai kekebalan komunitas sehingga pandemi Covid-19 bisa diatasi. Oleh karena itu, kunci dari keberhasilan mengatasi pandemi ini adalah ketepatan dan kecepatan dalam melakukan program vaksinasi nasional.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *