Connect with us

Internasional

Peristiwa 16 Maret: Perang Iwo Jima di Jepang Hingga Gunung Agung Erupsi Besar

Published

on

Peristiwa 16 Maret Perang Iwo Jima Di Jepang Hingga Gunung Agung Erupsi Besar
Share

Reportersatu, Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada tanggal 16 Maret. Berikut ini di antaranya, Dikutip dari Wikipedia Senin (16/3/2020).

1926 – Roket Berbahan Bakar Liqiud Diluncurkan

Seorang warga negara Amerika Serikat, Robert H Goddard, berhasil meluncurkan roket berbahan bakar cairan pertama di dunia di Auburn, Massachusetts.

Baca Juga : Kesehatan International Mendapat Izin Membantu Korea Terkait Kasus Covid-19

Roket itu melaju selama 2,5 detik dengan kecepatan sekira 60 mph, mencapai ketinggian 41 kaki, dan mendarat 184 kaki jauhnya.

Roket setinggi 10 kaki dibangun dari pipa tipis dan didorong oleh oksigen serta bensin cair.

1945 – Pertempuran Iwo Jima

Pertempuran awal ketika pasukan Amerika mulai menaklukkan Iwo Jima dari kekuasaan Jepang. Tujuan utama Amerika adalah untuk menaklukkan seluruh pulau, termasuk tiga lapangan terbang. Ini merupakan salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah Perang Pasifik Perang Dunia II.

loading...

Baca Juga : 10 Orang Tewas di Jerman Di Karenakan Aksi Penembakan

Posisi tentara Jepang di pulau tersebut sangat strategis dengan bunker yang saling terhubung, artileri tersembunyi, dan terowongan bawah tanah sepanjang 18 km (11 mil). Pasukan Amerika dibantu tembakan meriam dari kapal-kapal perang dan Marinir Angkatan Udara sudah menembaki Iwo Jima sejak penyerangan dimulai.

Ini merupakan invasi pertama pasukan Amerika ke daerah kekuasaan Jepang secara langsung. Sementara pasukan Jepang menjaga pertahanan dengan gigih tanpa ada perasaan menyerah.

Jenderal pasukan Jepang tidak pernah memikirkan menyerah kepada Amerika, hanya untuk menyelamatkan pasukannya. Dia bersama pasukannya sudah berjanji akan berperang sampai mati, tidak peduli seberapa kecilnya kemungkinan menang.

Baca Juga : Langkah Yang di Ambil China Untuk Meningkatkan Perekonomian Seiring Serangan Virus Corona

1963 – Gunung Agung di Bali Erupsi Besar

Gunung Agung di Bali mengalami erupsi besar pada Februari 1963 hingga Januari 1964. Pada 18 Februari 1963, penduduk lokal mendengar suara letusan keras dan melihat asap tebal keluar secara vertikal dari puncak Gunung Agung.

Letusan ini mengeluarkan abu panas dan gas setinggi hampir 20.000 meter. Material tersebut sampai mengurangi sinar matahari dan membuat suhu udara di lapisan stratosfer turun 6 derajat Celsius.

Pada 1963 sampai 1966, rata-rata suhu di bumi bagian utara sampai turun 0,4 derajat Celsius. Abu belerang dari erupsi Gunung Agung beterbangan ke seluruh dunia dan jejaknya terlihat sebagai sulfur acid di dalam lapisan es di Greenland.

Pada 24 Februari 1963, lahar mulai mengalir turun dari bagian utara gunung. Lahar terus mengalir selama 20 hari dan mencapai kejauhan hingga 7 kilometer.

Baca Juga : MA India Menjadikan Perempuan Memiliki Hak Setara Dengan Pria Dalam Bidang Militer

Pada 17 Maret 1963, Gunung Agung meletus dengan Indeks letusan sebesar VEI 5 (setara letusan Gunung Vesuvius). Kembali meletus pada 17 Mei 1963.

Jumlah kematian yang disebabkan seluruh proses letusan Gunung Agung mencapai 1.148 orang dengan 296 orang luka-luka.

1982 – Kelahiran Artis Dian Sastrowardoyo

Artis cantik Dian Paramita Sastrowardoyo atau populer dengan nama Dian Sastro lahir di Jakarta, 16 Maret 1982. Dian Sastrowardoyo meraih kepopuleran setelah tampil memukau di film Pasir Berbisik pada 2001 dan Ada Apa Dengan Cinta pada 2002.

Setelah vakum selama enam tahun usai menikah, Dian Satro kembali tampil memukau di film 7/24 pada 2014 dan Ada Apa Dengan Cinta 2.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *