Connect with us

Internasional

Peringati Tragedi Tiananmen, Polisi Hong Kong Tangkap Aktivis

Published

on

Share

Reportersatu, Ribuan polisi Hong Kong melakukan patroli di jalan-jalan kota guna mencegah masyarakat berkumpul memperingati peristiwa Tiananmen. Menurut para aktivis di sana, hal itu menandakan pergantian otoriter yang cepat di Hong Kong.

Polisi telah melarang kegiatan peringatan tragedi Tiananmen selama dua tahun berturut-turut dengan alasan pandemi Covid-19. Tidak dijelaskan apakah memperingati Tiananmen akan melanggar undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan Cina di Hong Kong tahun lalu

Kepolisian Hong Kong menangkap aktivis Chow Hang Tung pada Jumat (4/6/21). Dia adalah wakil ketua kelompok yang mengorganisasi peringatan tahunan peristiwa Tiananmen.

Anggota Eksekutif the Hong Kong Alliance in Support of Patriotic Democratic Movements of China, Chiu Yan Loy, mengungkapkan, Chow ditangkap karena mempromosikan majelis yang tidak sah.

loading...

“Dia hanya ingin pergi ke Victoria Park, menyalakan lilin dan memperingatinya,” kata Chiu, seraya menambahkan dia yakin penangkapan itu dimaksudkan untuk menakuti mereka yang berencana menghadiri acara jaga.

Baca Juga : Minim Fasilitas, Afrika Tak Siap Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19

Kepolisian Hong Kong belum memberikan keterangan perihal penangkapan Chow. Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pekan ini, Chow mengungkapkan diperingati atau tidaknya tragedi Tiananmen bakal menjadi ujian bagi Hong Kong.

“Apakah kita dapat mempertahankan garis dasar moralitas kita. Selama mereka tidak mengatakan lilin itu ilegal, kami akan menyalakan lilin,” ujarnya.

Aktivis terkemuka Hong Kong, Joshua Wong, dijatuhi hukuman penjara selama 10 bulan. Vonis tersebut dia terima setelah mengaku bersalah karena berpartisipasi dalam peringatan Tiananmen tahun lalu. Sementara tiga aktivis lainnya dihukum empat hingga enam bulan penjara.

Hingga kini, China masih melarang adanya diskusi terbuka tentang tragedi Tiananmen di negaranya. Pada April 1989, sekitar 100 ribu mahasiswa memulai gerakan protes di lapangan Tiananmen, Beijing. Mereka menyuarakan kritik atas pemerintahan Partai Komunis China (PKC) yang dinilai otoriter.

Kala itu massa turut menyampaikan protes atas meninggalnya pemimpin PKC yang reformis Hu Yaobang. Gelombang demonstrasi pun semakin luas dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pekerja, pegawai negeri, kalangan intelektual, dan lainnya. 

Pada pertengahan Mei, sekitar satu juta orang menduduki lapangan Tiananmen. Kala itu pemerintah mendeklarasikan darurat militer. Pasukan keamanan dan armada tank pun dikerahkan ke Tiananmen. 

Rentetan tembakan dilepaskan agar massa membubarkan diri dari lapangan Tiananmen. Ada yang menyebut korban meninggal mencapai ratusan orang. Ada pula laporan bahwa korban tewas menembus ribuan jiwa. Pemerintah China sendiri tidak pernah secara resmi merilis data terkait korban meninggal dalam insiden Tiananmen.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *