Connect with us

Internasional

Perdana Menteri Jepang Janjikan Zero Karbon Dioksida

Published

on

Yoshihide Suga Japan U.s. Relations (1)
Share

Reportersatu, Gantikan Shinzo Abe Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga bertekad akan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga menjadi nol karbon dioksida pada tahun 2050. Yoshihide Suga akan menyampaikan keinginan itu pada pidato kebijakan pertamanya di Diet, Senin (26/10/2020).

Dilansir Japan Times, sumber di pemerintahan Jepang menyatakan, ini akan menjadi pertama kalinya perdana menteri Jepang mempresentasikan garis waktu spesifik untuk mewujudkan masyarakat bebas karbon.

Di tengah meningkatnya keprihatinan tentang perubahan iklim di seluruh dunia di mana kondisi cuaca abnormal yang terkait dengan bencana alam telah sering diamati baru-baru ini, sejumlah negara termasuk Uni Eropa juga telah menetapkan tujuan yang sama.

Pada Juni tahun lalu, pemerintah Jepang mengadopsi strategi jangka panjang dalam rapat Kabinet untuk mencapai target kesepakatan Paris.

Baca Juga : Iran Sukses Uji Coba Sistem Pertahanan Rudal Buatan Lokal

Strateginya termasuk menjadi masyarakat dekarbonisasi yang tidak bergantung pada bahan bakar fosil dan menjadi netral karbon sedini mungkin pada paruh kedua abad ke-21, tetapi tidak menyebutkan waktu khusus untuk mencapai tujuan tersebut.

Jepang sering menuai kritik karena ketergantungannya pada pembangkit listrik tenaga batu bara, yang merupakan penyumbang signifikan pada konsentrasi karbon dioksida di atmosfer.

Target emisi baru juga kemungkinan akan mempengaruhi proses pembaruan rencana energi strategis negara. Sasaran pengurangan emisi saat ini diadopsi pada 2015 sesuai dengan kesepakatan iklim Paris, penerus Protokol Kyoto 1997.

Kesepakatan Paris bertujuan untuk menjaga kenaikan suhu global menjadi “jauh di bawah” 2 derajat Celcius dibandingkan dengan tingkat pra-industri, lebih disukai sampai 1,5 C.

Selain Uni Eropa, Inggris juga bertujuan untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050.

Dalam pidatonya pada sidang umum PBB bulan lalu, Presiden China, Xi Jinping mengatakan, Beijing sebagai penghasil karbon terbesar di dunia, juga bertujuan menjadikab netral karbon pada tahun 2060.

Netralitas karbon berarti tidak ada lagi karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya yang dilepaskan ke atmosfer daripada jumlah yang diserap di hutan.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *