Connect with us
DomaiNesia

Otomotif

Perbedaan Standar Motor Tengah dan Samping

Published

on

5b84ceb5bc077 Standar Tengah Pada Sepeda Motor 665 374
Share

Reportersatu, Sepedamotor memiliki dua jenis standar (penyangga) yang berbeda. Yang pertama adalah standar satu kaki atau samping dan yang kedua adalah standar dua kaki (Tengah) Meskipun memiliki fungsi yang sama, tapi keduanya punya perbedaan.

Standar Tengah

Dengan menggunakan standar tengah, motor akan berada dalam posisi tegak. Beban motor pun akan merata pada standar, karena titik tumpuan berada tepat di tengah badan motor.

Kedua sisi memiliki titik tumpuan yang seimbang, sehingga kemungkinan motor jatuh ke samping akan sangat kecil sekali.

Begitu juga ketika motor di parkir kan di kondisi tanah yang tidak rata atau menanjak. Motor akan seimbang, hanya mungkin sesekali akan berjumpat – jumpit karena beban akan mencari titik tengah yang seimbang.

Mirip dengan timbangan sembako. Resiko motor meluncur ke bawah juga sangat minim. Karena kedua sisi tumpuan standar, mampu menghambat gaya gravitasi motor untuk meluncur.

Namun, menggunakan standar tengah membutuhkan lebih banyak tenaga ketimbang standar samping.

Sebab, untuk memasang standar tengah, motor diharuskan diangkat terlebih dahulu, agar titik tumpu standar bisa terpasang dengan sempurna.

Itulah mengapa bagi sebagian wanita, lebih memilih menggunakan standar samping karena tidak memerlukan banyak tenaga.

Baca Juga : Resiko Penggunaan Sandal Saat Mengendarai Roda Dua

Standar Samping

Karena berada di salah satu sisi, ketika menggunakan standar samping, motor akan menjadi miring ke samping. Dengan posisi miring seperti ini, motor mudah terjatuh, dengan sedikit dorongan ke arah berlawanan motor diparkir.

Biasanya juga motor akan mudah sekali meluncur ketika diparkir di tanah yang miring atau menanjak. Sebab, standar samping malah akan menjadi poros utama motor saat di parkir.

Jadi bukannya mencegah motor meluncur, standar samping malah menjadi titik pusat motor bergerak.

Karena adanya gaya gravitasi, motor akan cenderung mundur ke belakang saat di parkir dengan kondisi tanah yang miring.

Titik tumpu standar samping yang hanya berada di salah satu sisi, maka sisi yang tanpa standar akan dengan mudah meluncur karena tidak ada tumpuan yang menghambat. Motor pun akan meluncur ke bawah dan kemudian oleng lalu jatuh ke sisi yang tanpa adanya standar.

Selain itu, menggunakan standar samping, artinya seluruh beban motor akan bertumpu pada satu titik samping saja. Dengan penggunaan jangka lama, standar samping akan keropos, apalagi sering terkena panas dan hujan.


Share
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *