Connect with us

Peristiwa

Polda Metro Jaya Menangkap Seorang Oknum Mengaku Wartawan, Memeras Guru

Published

on

Peras Seorang Guru, 8 Tersangka Mengaku Wartawan Digulung Polda Metro Jaya
Share

Reportersatu, Peras seorang guru, delapan tersangka yang mengku sebagai wartwan ditangkap polisi. Mereka diantaranya berinisial PS, FS, AJS, HH, MSM, TA, AS, dan IM. 

Baca Juga : PWI Membentuk Tim Untuk Mengawal Perkara Hukum yang Melibatkan Wartawan di Banten

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, setelah dilakukan croscek ke Dewan Pers, ternyata media dimana pelaku bekerja tak terdaftar.

“Setelah ditangkap kita melakukan kroscek ke Dewan Pers, ternyata media yang dimana pelaku bekerja tak terdaftar di Dewan Pers,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin, (23/03).

loading...

Kejadian itu berawal sambung Yusri, dimana para pelaku ini memeras korban. Korban ini diketahu adalah seorang guru yang bekerja di sebuah sekolah negeri di Jakarta Barat.

Kepada korban pelaku meminta uang senilai 200 juta rupiah. Lantaran korban tak sanggup memenuhi permintaan para pelaku itu, korban hanya menyanggupi dengan membayar kepada pelaku senilai 10 juta rupiah.

Dengan catatan pelaku tak membocorkan hal itu kepada atasannya.
Setelah menerima uang itu, bukannya masalah itu selesai. Namun pelaku masih melakukan aksinya dan kembali meminta uang kepada korban.

Baca Juga : Kemenkes Minta Wartawan Jaga Stamina, Saat Meliput Berita

Merasa dirinya diperas, lalu pada Desember 2019, korban melaporkan kejadian pemerasan itu ke Polda MetroJaya.Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Unit 1 Subdit Jatanras (kejahatan dengan kekerasan) menemukan bukti, bahwa adanya tindak pidana. Lalu, petugas menangkap korban satu demi satu hingga delapan orang yang menjadi tersangka.

Awalnya, petugas menangkap salah seorang pelaku berinisial IM. Tersangka M lanjut Yusri, yang mengetahui perbuatan korban, dan mulai merencanakan pemerasan, dengan mengajak kawan-kawannya pada pertengahan November 2019 lalu.

Selanjutnya, pelaku PS dan FS mendatangi korban di tempat kerjanya. Mereka ditemani oleh HH dan MSM yang menjaga situasi di sekitar tempat bekerja korban.

Baca Juga : Wartawan Antara dipukul Tetangganya Hingga Masuk IGD

Para pelaku itu kemudian bertemu dengan korban dan meminta uang hingga Rp200 juta. Jika tidak memenuhi permintaan, para pelaku menyatakan akan melaporkan perbuatan korban kepada atasannya. 
Atas perbuatan tersebut, para tersangka ini dijerat dengan Pasal 368 Kitab KUHP, dengn 9 tahun penjara. (Gomes)


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *