Connect with us

Nusantara

Pemudik Nekat Masuk Surabaya Bayar Biaya Karantina Rp300 Ribu Perhari

Published

on

Share

Reportersatu, Bagi pemudik yang nekat mudik ke Surabaya di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Surabaya akan benar-benar memberlakukan tindakan yang tegas. Pemudik yang bandel harus menjalani karantina lima hari dengan menanggung biayanya sebesar Rp300 ribu per hari secara pribadi.

“Biaya karantina satu orang berapa, Rp300 ribu per hari, selama lima hari,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatar.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Polresta Banyuwangi Mulai Lakukan Penyekatan Arus Mudik Dari Bali Menuju Jawa

loading...

Febri mengungkapkan, salah satu objek pengawasan adalah para pemudik bandel yang menaiki travel gelap baik yang berangkat dari Surabaya ke luar kota ataupun sebaliknya.

“Tidak peduli warga Surabaya dan warga luar kota akan dibawa ke sana tempat karantina,” katanya.

Kemudian untuk mengangkut para pemudik bandel yang terjaring, Pemkot  Surabaya pun menyiapkan empat armada truk milik Satpol PP. Kendaraan itu disiapkan di empat titik penyekatan di Surabaya.

“Ada empat armada truk milik satpol PP di Terminal Osowilangun, Merr, Bundaran Cito dan Suramadu,” ucapnya.

Sementara itu, untuk menekan mobilitas warga sebanyak 17 akses keluar masuk Kota Surabaya akan disekat pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang. Nantinya kendaraan pribadi pelat luar Kota Surabaya akan diputar balik

17 titik itu antara lain, Terminal Benowo, Terminal Osowilangon, Exit Tol Masjid Al Akbar, Depan PMK SIER, Eks Pasar Karang Pilang, Exit Tol Gunungsari – Malang.

Kemudian Exit Tol Gunungsari – Gresik, SP3 Driyorejo – Lakarsantri, Depan Cito Dishub Surabaya, Exit Tol Simo Surabaya, Exit Tol Satelit.

Lalu Rungkut (Pondok Candra), Merr Gunung Anyar, Jembatan Suramadu, Exit Tol Margomulyo; Dupak Demak dan Exit Tol Perak.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *