Connect with us

Internasional

Pemerintahan Biden Memiliki Cara Berbeda Hadapi Israel

Published

on

Share

Reportersatu, Dibandingkan dengan pemerintahan di era Trump, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memiliki pendekatan berbeda dalam menjalin hubungan dengan Israel. Pernyataan itu muncul saat pertempuran masih berlangsung di Jalur Gaza.

Pada era Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berani membuat keputusan sepihak di tanah Palestina yang diduduki. Terkait perkembangan terkini, Psaki mengatakan Israel memiliki hak membela diri jika menghadapi serangan.

“Saya akan mengatakan, apa yang menjadi fokus upaya kami adalah menyampaikan di balik layar bahwa Israel memiliki hak membela diri, tetapi sekarang saatnya untuk mengakhiri konflik ini,” katanya dalam konferensi pers pada Kamis (20/5) dikutip laman Al Arabiya.

loading...

Baca Juga : Gencatan Senjata Israel-Hamas Disambut Gembira Warga Gaza

Saat masih menjabat presiden, Trump diketahui memerintahkan penutupan kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington. Selain itu, dia pun menangguhkan bantuan finansial rutin AS untuk Badan Pengungsi PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

“Kami pasti mengalami pergeseran dalam pendekatan kami terkait dengan keterlibatan kami dengan Palestina dari pemerintahan terakhir, termasuk fakta bahwa konsulat ditutup,” kata Psaki.

Di bawah kepemimpinan Biden, bantuan untuk UNRWA dipulihkan. Biden pun mengatakan akan membuka kembali kantor PLO di Washington.

“Jadi kami pasti mengambil pendekatan yang berbeda. Dan kami yakin peran kami di sini bisa menjadi peran di balik layar yang menyampaikan bahwa inilah saatnya untuk mengakhiri konflik,” kata Psaki.

Psaki mengeklaim beberapa pejabat AS telah melakukan diplomasi “diam-diam” untuk mengakhiri konflik Israel dengan kelompok perlawanan Palestina di Gaza.

“Setiap nyawa yang hilang, setiap anak yang kehilangan nyawanya, setiap keluarga yang harus meratapi nyawa orang yang dicintai pasti terlalu banyak,” ujarnya.

Sejak 10 Mei lalu, Israel melancarkan agresi ke Jalur Gaza. Aksi itu dilakukan sebagai respons atas serangan roket yang diluncurkan Hamas. Peluncuran roket itu merupakan respons Hamas atas aksi kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Israel kepada warga Palestina di sekitar kompleks masjid al-Aqsa.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *