Connect with us

Nasional

Pemerintah Tingkatkan Travel Warning untuk 8 Negara

Published

on

Pemerintah Tingkatkan Travel Warning Untuk 8 Negara
Share

Reportersatu, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri meningkatkan travel warning untuk delapan negara yang dinilai rentan terhadap wabah virus Covid-19.

Baca Juga : Kepercayaan Publik, Cyrus Network Polri Tercatat Lebih Unggul dibandingkan KPK

Kemenlu nantinya melarang pelancong atau travelers selama 14 hari kedepan berkunjung ke 8 negara yang memiliki kasus virus Corona COVID-19 untuk masuk ke wilayah RI. Para travelers juga tidak diperbolehkan transit.

“Pendatang/travelers yang dalam waktu 14 hari terakhir berkunjung ke negara-negara di bawah ini tidak diijinkan masuk/transit ke Indonesia.

loading...

Negara-negara tersebut adalah Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss, Inggris,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan yang diterima Reporter Satu, Selasa, 17 Maret 2020.

Travel Warning tersebut adalah perubahan dari sebelumnya yang hanya untuk beberapa negara seperti China, Korea Selatan, dan Jepang.

Baca Juga : Suara Tembakan KKSB Tak Menyurutkan Langkah Kami Meninjau Freeport

Menurut Retno bila ditemukan adanya WNI yang berkunjung ke negara-negara yang sudah dilarang, akan ada pemeriksaan tambahan dan dimasukan ke dalam ruang isolasi di Bandar Udara (Bandara) maupun pelabuhan.

“Bagi WNI yang berkunjung ke negara-negara yang disebutkan Retno, akan dilakukan pemeriksaan tambahan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setiba di Tanah Air.

Apabila pemeriksaan tambahan menemukan gejala awal COVID-19, akan dilakukan observasi pada fasilitas pemerintah selama 14 hari,” ujar Retno Marsudi.

Retno menambahkan bila tidak ditemukan gejala awal maka sangat dianjurkan yang bersangkutan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Retno mengatakan kebijakan ini akan berlaku hari Jumat, 20 Maret 2020 pukul 00.00 WIB. Retno menegaskan regulasi ini bersifat temporer atau sementara. Menyusul perkembangan penularan wabah Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga : Percepatan Dana BOS, Menteri Muhajir Rapat Bareng Nadiem dan Sri Mulyani

“Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan,” tutup Retno. (Mey)


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *