Connect with us

Kuliner

Pelengkap Masakan Khas Bali dengan Base Genep

Published

on

Pelengkap Masakan Khas Bali Dengan Base Genep
Share

Reportersatu, Salah satu kontestan Ade MasterChef Indonesia mendapat tantangan untuk membuat masakan khas Bali. Salah satu ciri khas masakan Bali adalah menggunakan base genep.

Base genep adalah bumbu pokok yang digunakan oleh masyarakat Bali. Hampir semua masakan Bali menggunakan base genep. Mulai dari lawar, sate lilit, tum, hingga ayam betutu yang juga dimasak oleh Ade Masterchef. Base genep yang akan memberi cita rasa khas pada semua masakan Bali. Di dalamnya, terdapat 15 jenis bahan.

Termasuk bahan-bahan dasar seperti bawang merah dan putih, jahe, laos, kencur, kunyit, cabai rawit, dan kemiri. Selain itu ada juga daun salam, sereh, kemiri, jeruk limau.

loading...

Base gede Jika bumbu dasar itu ditambah dengan basa wangi yang terdiri dari aneka rempah seperti merica, pala, jinten, kayu manis, jeruk purut, dan lempuyang maka akan tercipta base gede atau bumbu besar.

Bumbu besar ini terdiri dari 29 jenis bumbu, termasuk kemenyan yang biasanya digunakan untuk memasak hidangan. Masyarakat Bali hampir selalu membuat masakan menggunakan base genep ini. Termasuk dalam skala rumah tangga.

Sejarah base genep Masyarakat Bali telah sejak lama mengenal base genep. Menurut Guru Besar Sejarah Universitas Udayana AA Bagus Wirawan, ia memperkirakan base genep telah ada sejak zaman Bali kuno. “Di lontar bumbu genep tercatat dengan istilah usabe.

Para pedagang Jawa membawa beras dan garam yang kemudian ditukar dengan hasil bumi di daerah lain. Misalnya, lada dari Sumatera, rempah dari Maluku, kayu cendana dari Timor, dan kapas dari Bali.

Bali telah masuk dalam jaringan perdagangan Asia sejak abad ke-15. Para pedagang Jawa membawa beras dan garam yang kemudian ditukar dengan hasil bumi di daerah lain.

Misalnya, lada dari Sumatera, rempah dari Maluku, kayu cendana dari Timor, dan kapas dari Bali. Hubungan perdagangan ini yang kemudian diduga memberi pengaruh pada cita rasa base gede menurut Guru Besar Antropologi Universitas Udayana I Wayan Geriya.

Baca Juga : Bali Kini digemari Banyak Orang Karena Kuliner Khasnya

“Bahan bumbu berupa umbi-umbian seperti kencur, kunyit, dan laos tumbuh di Bali. Akan tetapi, rempah seperti jinten, lada, ketumbar, cengkeh, dan pala tidak tumbuh di Bali. Bahan-bahan itu kemungkinan dikenal orang Bali karena perdagangan,”.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *