Connect with us

Seni & Budaya

Pacu Itiak Tradisi Unik Dari Minangkabau

Published

on

Pacu Itiak
Share

Reportersatu, Warga Minang di Provinsi Sumatera Barat masih sangat kuat untuk mempertahankan tradisi dari nenek moyang. Mulai dari kesenian, hukum adat, dan masakan, hingga kebiasaan unik pun tetap mereka jaga. Tradisi unik yang masih dipertahankan yaitu Pacu Itiak.

Pacu itiak adalah olahraga tradisional asli Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat yang sudah dijadikan tradisi sejak tahun 1028. Pacu itiak diklaim sebagai satu – satunya di dunia. Olahraga ini bermula dari masyarakat di kanagarian Aur Kuning, Sicincin, dan Padang Panjang yang memelihara itiak sambil bertani.

Baca Juga : Mengenal Keistimewaan Kain Tenun Ikat dan Sesingal Tidung dari Tarakan

loading...

Itiak tidak hidup di kandang saja melainkan di gembala di sawah-sawah mereka. Saat menghalau itiak dari arah atas ke bawah, maka ada kecenderungan itiak untuk tidak semata berjalan atau berlari, mereka terbang layang ke arah bawah. Dari sinilah muncul ide untuk melangsungkan pacu itiak.

Masyarakat Limapuluh Kota mulai melatih para itiak untuk dapat terbang tinggi dan kemudian diikutsertakan dalam ajang lomba pacu itiak yang diselenggarakan guna menghilangkan kejemuan dan kepenatan para petani. Mereka diperlakukan bak jet darat agar mampu melesat menyentuh finish dengan kecepatan maksimal.

Pacu itik dikelola Persatuan Olahraga Terbang Itik (Porti). “Ajang ini masuk dalam kalender wisata di Dinas Pariwisata Payakumbuh dan Limapuluh Kota,” kata YB Datuak Parmato Alam, Ketua Porti setempat.

Itik yang mengikuti perlombaan tidak bisa serta-merta lulus tanpa memenuhi kriteria sebagai itik balapan. “Biasanya itik-itik ini akan dikurung dalam waktu tertentu oleh pemiliknya dan baru akan siap bertarung setelah melewati latihan terbang,” ujar Darmon (31) pemilik itik balapan.

Pakannya dijaga seminggu sebelum turun balapan. Itik hanya mengkonsumsi padi dan telur agar mampu memberikan yang terbaik bagi majikan. Selama sepekan sebelum pacuan di helat, itik mendapat pijatan di titik di tubuhnya untuk dapat melaju lurus menyentuh finish.

Biasanya, ujar Darmon, itik yang menjadi pemenang memiliki ciri-ciri jumlah gigi yang ganjil, tujuh sampai sembilan gigi. Warna kaki yang sama, hitam atau kuning dan memiliki sisik kecil di ujung jari tengah.

Tentu, memiliki sayap yang panjang dan mengarah ke atas menjadi persyaratan utama yang tak bisa diabaikan. Kondisi ini diyakini agar itik bisa terbang lurus dengan ketinggian yang bagus. Sebelum perlombaan dimulai, itik dan ‘joki-nya’ bersiap di garis start.

Kelas pacu itik ini cukup beragam mulai dari 800 meter, 1.000 meter, 1.200 meter dan 1.600 meter. Setiap kelas memiliki acuan berbeda untuk menjadi pemenang.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *