Connect with us

Nasional

OJK Rilis Sektor Jasa Masih Stabil ditengah Corona

Published

on

Ojk Rilis Sektor Jasa Masih Stabil Ditengah Corona
Share

Reportersatu, Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) menegaskan bahwa pendapatan pemerintah pada sektor jasa terbilang stabil. Informasi ini dirangkum sejak virus corona hadir di Indonesia atau awal Maret 2020 lalu.

OJK memastikan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan sampai Maret 2020 masih dalam kondisi terjaga. Terhitung awal Maret sampai 24 Maret 2020. 
Dari data investor nonresiden tercatat keluar dari pasar saham dan SBN masing-masing sebesar Rp 6,11 triliun dan Rp 98,28 triliun.

Baca Juga : Belum Ada Perubahan SOP, Polri Tetap Lakukan Evaluasi Pemeriksaan Saksi

loading...

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan akan memantau perkembangan pendapatan di sektor jasa keuangan. 

“Kondisi perekonomian global diperkirakan akan terkontraksi cukup dalam pada semester pertama di tahun 2020 dan mulai kembali pulih pada semester kedua di tahun 2020 seiring dengan wabah virus Corona yang terus meningkat, khususnya di luar Tiongkok,” kata Anto Prabowo dalam rilis resminya kepada wartawan, Jumat, 27 Maret 2020 malam.

Menurut Anto, jika terjadi pemulihan perekonomian global akan sangat bergantung pada berakhirnya wabah virus Corona di tataran global.

” Perekonomian AS dan Eropa diprediksi akan terkontraksi pada kuartal II 2020 mengingat penyebaran virus corona di AS dan Eropa baru akan mencapai puncaknya pada April dan Mei,” ujar Anto 

“Sementara itu, perekonomian Tiongkok diprediksi telah membaik pada kuartal dua di tahun 2020 sejalan dengan mulai melambatnya penyebaran virus Corona di Tiongkok,” kata dia.

Baca Juga : Mendagri Sudah Terima Surat Bupati Karawang Positif Corona

Besarnya sentimen negatif terkait penyebaran virus corona baik secara global maupun perkembangan di Indonesia mempengaruhi kinerja sektor jasa keuangan domestik, khususnya di pasar keuangan, baik pasar saham maupun SBN.

Dari sisi penghimpunan dana, OJK mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 6,80 persen yoy, lebih tinggi dari pertumbuhan kredit.

Selain itu, sepanjang Februari 2020, industri asuransi berhasil menghimpun premi sebesar Rp 46,5 triliun dan tumbuh sebesar 4,73 persen yoy.

Sampai dengan 24 Maret 2020, penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp 21,55 triliun. Adapun jumlah emiten baru pada tahun ini telah terdapat 13 perusahaan, dengan pipeline penawaran sebanyak 61 emiten dengan total indikasi penawaran sebesar Rp 28,8 triliun. (Mey)


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *