Connect with us

Seni & Budaya

Nuwo Sesat Olok Gading Uniknya Rumah Adat Khas Lampung

Published

on

Nuwo Sesat (1)
Share

Reportersatu, Seperti umumnya rumah tradisional di Pulau Sumatera, rumah tradisional Lampung juga memiliki bentuk rumah panggung. Rumah dibuat dengan bentuk panggung ini ada alasannya. Rumah panggung dipilih karena daerah tersebut memiliki banyak sungai yang mengalir. Agar tersedia sumber air, rumah memang sengaja dibangun di dekat sungai.

Rumah dibuat dengan posisi membelakangi sungai. Dengan rumah panggung, penghuni bisa terhindar dari banjir jika air meluap. Alasan lainnya adalah untuk menghindari serangan binatang buas. Dan yang tidak kalah penting, jika terjadi gempa bumi, rumah panggung dengan lantai kayu membuat bangunan tetap berdiri kokoh. Rupanya di masa lampau masyarakat Lampung sudah mewaspadai situasi di sekitarnya, termasuk memahami rawannya gempa terjadi di sekitar Selat Sunda dan Samudera Indonesia

loading...

Baca Juga : Sejarah Perkembangan Pantomim Di Dunia

Rumah Nuwo Sesat merupakan salah satu rumah adat yang ada di Provinsi Lampung. Rumah Nuwo Sesat disebut juga Balai Agung. Dalam bahasa setempat, Nuwou berarti rumah atau tempat tinggal.

Sedangkan Sesat berarti bangunan musyawarah. Nuwo Sesat merupakan balai pertemuan adat tempat para rurwatin (penyimbang) pada saat mengadakan pepung adat (musyawarah). Sehingga balai tersebut juga disebut Sesat Balai Agung. Sesat berbentuk persegi panjang, tinggi dinding dibuat setengah bangunan. Sementara tangganya terletak di tengah bangunan anjung yang berhubungan dengan bangunan induk.

Pada ruangan pada Nuwo Sesat merupakan hamparan yang memanjang mirip bangsal. Karena itu sebagian masyarakat menyebutnya sebagai balai panjang. Rumah Nuwo Sesat biasanya dipakai sebagai tempat musyawarah antara marga-marga. Ketika akan masuk ke rumah Nuwo Sesat harus melalui Jambat Agung atau Lorong Agung.

Jambat Agung atau Lorong Agung adalah nama tangga menuju ke rumah Nuwo Sesat. rumah Nuwo Sesat berbentuk panggung dan terbuat dari kayu. Pada rumah adat tersebut memiliki ciri khas yaitu adanya lambnag Garuda yangmelambangkan marga Lampung.

Pada bagian atas Lorong Agung terdapat tiga macam payung berwarna sebagai berikut: Putih untuk tingkat marga Kuning untuk tingkat kampung Merah untuk tingkat Suku. Bagian-bagian rumah Nuwo Sesat Pada rumah sesat terdapat beberapa bagian sebagai berikut:

Anjungan

Anjungan merupakan serambi yang digunakan untuk pertemuan kecil.

Pusiban

Pusiban adalah ruang dalam yang digunakan sebagai tempat musyawarah resmi. Ruang Tetabuhan Ruang Tetabuhan adalah ruangan tempat menyimpan alat musik tradisional. Baca juga: Sejarah Taman Siswa: Pendirian dan Ajarannya Ruang Gajah Merem Ruang Gajah Merem merupakan ruang yang digunakan untuk tempat istirahat bagi para penyimbang.

Ijan Geladak

Ijan geladak adalah tangga masuk yang dilengkapi dengan atap. Atap rumah adat ini disebut Rurung Agung. pada sisi depan bangunan rumah Nuwo Sesat terdapat ukiran ornamen bermotif perahu. Secara fisik rumah Nuwo Sesat berbentuk rumah panggung bertiang. Di mana sebagian besar materialnya terbuat dari papan kayu, pada bagian dinding menggunakan susunan papan kayu sebagai bahannya. Dahulu rumah Nuwo sesat beratap anyaman ilalang, tapi sekarang sudah menggunakan genting.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *