Connect with us

Nusantara

Nihil Zona Merah, Gubernur Jawa Timur Sebut PPKM Mikro Efektif Tekan Penyebaran Covid-19

Published

on

Share

Reportersatu, Dinilai efektif tekan penyebaran virus Covid-19 di jawa timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengklaim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap pertama sangat efektif untuk menurunkan penyebaran Covid-19 di wilayahnya, hal ini di lihat berdasarkan evaluasi pelaksanaan PPKM oleh Pemprov Jawa Timur.

“Hari ini kita telah melakukan evaluasi dari PPKM baik itu PPKM tahap pertama maupun kedua maupun PPKM Mikro. Dari data yang ada kami melihat bahwa terdapat banyak hasil yang menggembirakan dari berbagai indikator epidemiologis,” kata dia, di Gedung Grahadi, Surabaya, Minggu (21/2)

Selama pelaksanaan PPKM Mikro, katanya, hasil signifikan tampak pada penurunan jumlah pasien Covid-19 yang harus dirawat di ruang isolasi biasa maupun ICU.

loading...

Baca Juga : Pemkab Sidoarjo Menggandeng Pelaku Usaha Mewujudkan Gerakan 1000 CCTV Mencegah Penyebaran Covid-19

Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi biasa di Jatim telah turun dari 79 persen menjadi 46 persen. BOR unit perawatan intensif (ICU) juga telah turun dari 72 persen menjadi 57 persen.

Artinya, kata Khofifah, keterisian rumah sakit di Jawa Timur sudah sesuai dengan syarat dari WHO yakni di bawah 60 persen.

Khofifah menjelaskan sebelum PPKM Mikro, terdapat 210 RT zona merah di Jatim. RT Zona merah adalah RT dengan 10 warga yang menderita positif Covid-19 dalam tujuh hari terakhir. Di akhir PPKM Mikro ini, saat ini RT Zona merah sudah tidak ada lagi atau nihil.

Zona merah di Jatim juga mengalami penurunan yang signifikan, di awal tahun 2021, provinsi ini masih memiliki 8 zona merah Covid-19. Per hari ini, Zona Merah di Jatim hanya tinggal satu kabupaten saja yaitu Jombang.

Menurut Khofifah, PPKM jilid pertama, kedua dan PPKM Mikro memang sudah menunjukkan hasil yang signifikan, namun masih diperlukan upaya yang lebih besar lagi untuk dapat menurunkan penyebaran Covid-19 di Jatim.

Untuk itu, seluruh masyarakat di Jatim diharapkan tak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Pelaksanaan PPKM Mikro tahap pertama ini memang mampu menurunkan penyebaran Covid-19 di Jatim, namun saya berpesan agar masyarakat jangan sampai lengah dan terus tingkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.

Selain itu, Khofifah juga meminta kepada beberapa kepala daerah yang mampu menekan laju penyebaran Covid-19 di daerahnya untuk memberikan rekomendasi strategis. Harapannya agar strategi tersebut dapat diadaptasi oleh daerah-daerah lainnya.


Share
Continue Reading
Advertisement
[adsforwp id="94921"]
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *